Persik Terpaksa Minta Sumbangan dari Suporter

Selasa, 27 Januari 2015 - 15:53 WIB
Persik Terpaksa Minta...
Persik Terpaksa Minta Sumbangan dari Suporter
A A A
KEDIRI - Persik Kediri kehabisan akal untuk mendapatkan dana segar dalam jumlah besar. Langkah terakhir untuk mempertahankan tim agar tetap eksis di kompetisi adalah meminta 'sedekah' dari suporter Persikmania dan pihak yang peduli.
Mengumpulkan sumbangan dari suporter merupakan langkah paling masuk akal sejauh ini. Sebab berharap pada PT. Gudang Garam dan Pemerintah Kota Kediri belum mendapatkan sebuah kepastian tersedianya dana yang nyata secara nominal.

Manajer Persik Anang Kurniawan mengakui peran suporter sangat vital dalam kondisi seperti ini. Manajemen menurutnya sudah tak kurang upaya untuk mendekati sumber dana potensial di Kota Kediri, namun hasilnya tak membuat Macan Putih lolos verifikasi finansial.

"Tampaknya itu solusi yang bisa direalisasikan. Manajemen bisa bekerjasama dengan pihak bank untuk membuat rekening khusus agar Persikmania dan pihak-pihak yang peduli Persik bisa menyumbang. Kalau Persikmania setuju, konsep itu akan dijalankan," sebut Anang Kurniawan.

Ditambah kesediaan PT. Gudang Garam untuk memberikan bantuan, dia optimistis konsep itu bisa menghidupi tim ungu di Divisi Utama 2016 nanti. "Divisi Utama butuh sekitar Rp4-5 miliar, saya yakin bisa tertutup kalau suporter mendukung penuh," tambahnya.

Persikmania pada Senin (26/1) menggelar aksi yang ditujukan untuk Pemerintah Kota Kediri, dengan harapan bisa menyelamatkan Persik. Sayang gerakan tersebut sekali lagi tak mendatangkan hasil menggembirakan. Jaminan finansial Persik pun masih kabur.

Namun konsep 'sedekah' supporter tersebut masih menyisakan keraguan bagi beberapa kalangan. Terutama soal pengawasan aliran dana yang nantinya terkumpul. "Yang rawan masalah adalah penggunaan dana dan pertanggungjawabannya,"ucap Yusuf Edi, Persikmania Gringging.

"Persikmania sudah bayar tiket ketika menonton di Stadion Brawijaya, kemudian masih membayar patungan. Kasihan kalau kemudian pengelolaannya asal-asalan. Kalau memang sudah siap mengelola sistem tersebut secara profesional, sebenarnya bagus juga,"tambah dia.

Jika hanya dipersiapkan secara instant, Yusuf khawatir risikonya justru lebih besar lagi karena menyangkut banyak orang. "Sekarang saja banyak yang gak percaya ke manajemen. Apakah ada jaminan dana yang terkumpul nantinya tak diselewengkan?," katanya berlogika.
(aww)
Berita Terkait
Bhayangkara FC Enggan...
Bhayangkara FC Enggan Remehkan Kekuatan Persik Kediri
PSM Makassar vs Persik...
PSM Makassar vs Persik Kediri: Perlebar Keunggulan
Persib Bandung vs Persik...
Persib Bandung vs Persik Kediri: Pulihkan Reputasi
Persik Kediri Mulai...
Persik Kediri Mulai Genjot Fisik Pemain
Liga 1 Akan Digelar...
Liga 1 Akan Digelar Lagi Tanpa Penonton, Persik Siap Patuhi Peraturan
Takut Membawa Virus...
Takut Membawa Virus Corona, Bek Persik Bertahan Tiga Bulan di Kediri
Berita Terkini
FIFA Bikin Kejutan!...
FIFA Bikin Kejutan! Leandro Paredes Tak Jadi Dikartu Merah di Final Piala Dunia 2026
4 jam yang lalu
Timnas Argentina Pulang...
Timnas Argentina Pulang Tanpa Trofi Disambut Bak Juara, Bagaimana Masa Depan Lionel Messi?
4 jam yang lalu
ASEAN Hyundai Cup 2026...
ASEAN Hyundai Cup 2026 Segera Bergulir, Dukung Perjuangan Timnas Indonesia di VISION+
7 jam yang lalu
Jadwal Timnas Indonesia...
Jadwal Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Misi Garuda Akhiri Penantian Gelar Perdana
8 jam yang lalu
Profil Jesslyn Wijaya...
Profil Jesslyn Wijaya Lay, Atlet Golf Putri yang Diduga Diculik di Mangga Besar
10 jam yang lalu
Yamal Usul Duel Fisik...
Yamal Usul Duel Fisik Paredes vs Gavi Berlanjut di Ring Tinju
10 jam yang lalu
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved