Luar Biasa, Ini Rahasia Arema Raja Pramusim 2015
Selasa, 17 Maret 2015 - 14:57 WIB
Luar Biasa, Ini Rahasia Arema Raja Pramusim 2015
A
A
A
MALANG - Arema Cronus ditahbiskan sebagai raja pramusim 2015 dengan melahap habis semua turnamen jelas Indonesia Super League (ISL) musim ini. Singo Edan mengoleksi juara Trofeo Persija 2015, SCM Cup 2015, Inter Island Cup 2014, dan Bali Island Cup 2015.
![Luar Biasa, Ini Rahasia Arema Raja Pramusim 2015]()
Padahal sejatinya Arema tidak terlalu membebani target menjulang dalam keikutsertaan di Pulau Dewata. Nyatanya tim berjuluk Singo Edan sukses mengalahkan Pelita Bandung Raya dan Persiram Raja Ampat masing-masing 2-0, serta menahan tuan rumah Bali United Pusam 2-2.
Terlepas dari keberhasilan menambah koleksi gelar, Pelatih Arema Cronus Suharno lebih menyoroti aspek lain yakni stabilitas timnya ketika kompetisi ISL sempat tertunda. Dia mengaku gembira dengan konsistensi yang ditunjukkan anak asuhnya.
"Penundaan kompetisi sempat menjadi pukulan tersendiri bagi pemain. Tapi mereka membuktikan bisa stabil 'lahir-batin'. Artinya secara teknis dan mental masih tetap bisa dijaga. Semangat bertanding pemain juga masih konsisten selama di Bali," tutur Suharno.
Sejak semula Arema memang menjadi favorit pada turnamen di Stadion Kapten Dipta, Gianyar. Walau sempat tertahan Bali United di pertandingan kedua, Singo Edan tidak melakukan kesalahan dan mengunci gelar setelah mengalahkan Persiram Raja Ampat.
"Kami melakukan banyak rotasi karena khawatir pemain terlalu lelah dengan jadwal turnamen yang padat. Ternyata hasilnya cukup memuaskan dan saya juga senang tim kembali ke Malang dalam kondisi utuh atau tidak ada yang cedera serius," sebut pelatih asal Klaten.
Hanya Victor Igbonefo yang sempat mendapatkan cedera minor dan absen di laga kontra Bali United. Namun kondisi pemain naturalisasi itu tak mengkhawatirkan dan bahkan setelah dari Bali harus langsung terlibat di tim nasional senior arahan Benny Dolo.
![Luar Biasa, Ini Rahasia Arema Raja Pramusim 2015]()
Sementara, setelah menuntaskan turnamen di Bali, rencananya Arema bakal melakoni laga uji coba yang lebih ringan. Berdasar jadwal dari manajemen, Cristian Gonzales dkk bakal melakoni dua uji tanding di Jawa Tengah, salah satunya menghadapi PSIS Semarang.

Padahal sejatinya Arema tidak terlalu membebani target menjulang dalam keikutsertaan di Pulau Dewata. Nyatanya tim berjuluk Singo Edan sukses mengalahkan Pelita Bandung Raya dan Persiram Raja Ampat masing-masing 2-0, serta menahan tuan rumah Bali United Pusam 2-2.
Terlepas dari keberhasilan menambah koleksi gelar, Pelatih Arema Cronus Suharno lebih menyoroti aspek lain yakni stabilitas timnya ketika kompetisi ISL sempat tertunda. Dia mengaku gembira dengan konsistensi yang ditunjukkan anak asuhnya.
"Penundaan kompetisi sempat menjadi pukulan tersendiri bagi pemain. Tapi mereka membuktikan bisa stabil 'lahir-batin'. Artinya secara teknis dan mental masih tetap bisa dijaga. Semangat bertanding pemain juga masih konsisten selama di Bali," tutur Suharno.
Sejak semula Arema memang menjadi favorit pada turnamen di Stadion Kapten Dipta, Gianyar. Walau sempat tertahan Bali United di pertandingan kedua, Singo Edan tidak melakukan kesalahan dan mengunci gelar setelah mengalahkan Persiram Raja Ampat.
"Kami melakukan banyak rotasi karena khawatir pemain terlalu lelah dengan jadwal turnamen yang padat. Ternyata hasilnya cukup memuaskan dan saya juga senang tim kembali ke Malang dalam kondisi utuh atau tidak ada yang cedera serius," sebut pelatih asal Klaten.
Hanya Victor Igbonefo yang sempat mendapatkan cedera minor dan absen di laga kontra Bali United. Namun kondisi pemain naturalisasi itu tak mengkhawatirkan dan bahkan setelah dari Bali harus langsung terlibat di tim nasional senior arahan Benny Dolo.

Sementara, setelah menuntaskan turnamen di Bali, rencananya Arema bakal melakoni laga uji coba yang lebih ringan. Berdasar jadwal dari manajemen, Cristian Gonzales dkk bakal melakoni dua uji tanding di Jawa Tengah, salah satunya menghadapi PSIS Semarang.
(aww)