Artis Cantik Ini Diteror Setelah Komentari Pemberitaan Maradona
Selasa, 01 Desember 2020 - 23:30 WIB
Aksi Dapena bukan tanpa risiko. Dia mengaku mendapatkan banyak teror, tekanan bahkan pelecehan. Dia menerima banyak pelecehan dari sejumlah platform media sosial miliknya bahkan beberapa rekan satu timnya juga menjadi sasaran. "Bukan hanya pelecehan tetapi ada ancaman kematian dengan pesan yang mengklaim mereka akan menemukan alamat saya, melacak saya dan 'mematahkan kaki saya'," tambahnya.
Selain Dapena, penyanyi Italia Laura Pausini ikut mempertanyakan tingkat pemberitaan di Italia pasca meninggalnya Maradona . Pausina melawan arus dengan mengatakan mantan Maradona adalah orang tidak begitu penting di akun media sosialnya. Ini seperti melawan arus besar di Italia, terutama masayarakat Napoli yang mendewakan Maradona.
"Di Italia, kematian seorang maestro sepak bola, tetapi orang yang tidak terlalu signifikan karena hal yang dilakukan, tapi mberita lebih besar daripada hilangnya banyak wanita yang dianiaya dan dilecehkan. Wanita-wanita ini tidak termasuk dalam berita utama negara ini. Saya benar-benar tidak tahu harus berpikir apa," tulisnya dikutip Marca.
Postingan ini langsung mengundang reaksi negatif dan positif. Imbasnya, Pausini kemudian menghapusnya untuk menghidari kontrversi. Meski sudah menghapus, Pausini kembali membagikan pesan di media sosial dan menyoroti pentingnya meningkatkan kesadaran bagi perempuan di seluruh dunia yang menjadi korban kekerasan.
Selain Dapena, penyanyi Italia Laura Pausini ikut mempertanyakan tingkat pemberitaan di Italia pasca meninggalnya Maradona . Pausina melawan arus dengan mengatakan mantan Maradona adalah orang tidak begitu penting di akun media sosialnya. Ini seperti melawan arus besar di Italia, terutama masayarakat Napoli yang mendewakan Maradona.
"Di Italia, kematian seorang maestro sepak bola, tetapi orang yang tidak terlalu signifikan karena hal yang dilakukan, tapi mberita lebih besar daripada hilangnya banyak wanita yang dianiaya dan dilecehkan. Wanita-wanita ini tidak termasuk dalam berita utama negara ini. Saya benar-benar tidak tahu harus berpikir apa," tulisnya dikutip Marca.
Postingan ini langsung mengundang reaksi negatif dan positif. Imbasnya, Pausini kemudian menghapusnya untuk menghidari kontrversi. Meski sudah menghapus, Pausini kembali membagikan pesan di media sosial dan menyoroti pentingnya meningkatkan kesadaran bagi perempuan di seluruh dunia yang menjadi korban kekerasan.
(ruf)
Lihat Juga :