Kontroversi Laurel Hubbard Lifter Transgender Guncang Olimpiade Tokyo

Selasa, 22 Juni 2021 - 06:45 WIB
Hubbard sekarang akan bersaing dalam kategori angkat besi 87 kg wanita. Dia memenuhi syarat ketika Komite Olimpiade Internasional pada 2015 mengubah aturannya.

IOC sekarang mengizinkan atlet transgender untuk bersaing sebagai wanita jika kadar testosteron mereka, hormon yang meningkatkan massa otot, berada di bawah ambang batas tertentu. Tingkat testosteron Hubbard berada di bawah ambang batas itu, tetapi itu tidak menghentikan kritik yang mengklaim partisipasinya di Olimpiade masih tidak adil bagi atlet kelahiran wanita.

Baca Juga: Valentino Rossi Dicerai Tim Petronas Yamaha SRT

Mereka menunjuk pada keuntungan biologis, seperti peningkatan kepadatan tulang dan otot, dari mereka yang mengalami pubertas sebagai laki-laki.Rekan angkat besi Anna Vanbellinghen, yang akan bersaing dalam kategori Hubbard, mengatakan tidak adil bagi wanita dan 'seperti lelucon buruk' jika dia diizinkan untuk berpartisipasi di Tokyo.

Meskipun atlet Belgia itu mengatakan bahwa dia sepenuhnya mendukung komunitas transgender, prinsip inklusi tidak boleh 'dengan mengorbankan atlet wanita lain'. “Siapa pun yang telah melatih angkat besi di tingkat tinggi tahu ini benar di tulang mereka: situasi khusus ini tidak adil untuk olahraga dan para atlet,''kata Vanbellinghen.
(aww)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!