Nadal Mundur, Persaingan GOAT Kian Panas

loading...
Nadal Mundur, Persaingan GOAT Kian Panas
Keputusan Rafael Nadal absen di US Open 2020 membuat persaingan tiga besar petenis terbaik dunia saat ini makin terbuka/Foto/The Week.in
A+ A-
NEW YORK - Keputusan Rafael Nadal absen di US Open 2020 membuat persaingan tiga besar petenis terbaik dunia saat ini makin terbuka dalam perolehan gelar Grand Slam terbanyak dalam karier. Gelar Greatest Of All Time (GOAT) pun masih harus diperjuangkan tiga terbaik era saat ini: Nadal, Roger Federer, dan Novak Djokovic.

Nadal telah mengoleksi 19 gelar Grand Slam. Jika petenis Spanyol berusia 34 tahun itu berhasil mempertahankan gelar US Open yang dia menangkan dalam thriller lima set melawan Daniil Medvedev tahun lalu, dia akan bergabung dengan Federer di puncak daftar dengan 20 gelar. (Baca juga: Perenang Wanita AS Bisa Meluncur Tanpa Menumpahkan Susu).

Namun, keputusannya mundur dari US Open 2020, telah membuka jalan bagi Novak Djokovic yang berusia 33 tahun untuk mendekati raihan Nadal. Jika Djokovic berhasil menjuarai US Open tahun ini, makan dia itu menjadi gelar keempat di Flushing Meadows atau total 18 Grand Slam, hanya selisih satu dengan Nadal.

Memang tidak adil jika mengabaikan kemungkinan 127 petenis lainnya dalam drawing utama US Open, tapi layak diingat bahwa Federer, Nadal, dan Djokovic telah berbagi 13 gelar Grand Slam terakhir di antara mereka. (Baca juga: Ulang Sejarah 10 Tahun, LA Lakers Juara Wilayah Barat).

Hanya Djokovic dari Tiga Besar yang akan hadir di US open 2020 di Billie Jean King National Tennis Center, New York City, 31 Agustus-13 September. Dengan Federer, yang berusia 39 tahun pada hari Sabtu, memilih untuk menjalani operasi lutut yang akan membuatnya absen selama sisa tahun 2020. Tidak pernah terjadi sejak 1999, Federer dan Nadal keduanya absen dari drawing utama di Grand Slam.



Pandemi Covid-19 telah membuat agenda olahraga menjadi kacau, yang berimbas pada perburuan status GOAT. Bahkan, Wimbledon dibatalkan untuk pertama kalinya sejak Perang Dunia Kedua.

"Setelah banyak mempertimbangkan, saya memutuskan tidak bermain di US Open tahun ini," kata Nadal di akun Twitter terverifikasi miliknya. "Situasinya sangat rumit di seluruh dunia, kasus Covid-19 meningkat, sepertinya kita masih belum memiliki kendali atas itu." (Baca juga: Inter vs Getafe, Conte Ingin Pembuktian Skuat Nerazzurri).

Amerika Serikat memiliki jumlah kasus terinfeksi tertinggi di dunia dengan lebih dari 4,7 juta yang dikonfirmasi dan hampir 156.000 kematian, menurut penghitungan Reuters.

“Kami paham, kalender tenis yang berkurang tahun ini sungguh kejam setelah 4 bulan berhenti tanpa bermain. Saya mengerti dan berterima kasih kepada (semua orang) atas upaya yang mereka lakukan untuk mewujudkannya. Kami baru saja melihat pengumuman Madrid Open juga tidak digelar tahun ini."

"Ini adalah keputusan yang tidak pernah ingin saya ambil tetapi saya telah memutuskan untuk mengikuti kata hati saya saat ini dan untuk saat ini saya lebih suka tidak bepergian."



Madrid Open 2020, yang dijadwalkan berlangsung mulai 12-20 September, dibatalkan pada hari Selasa karena meningkatnya kasus Covid-19 di ibukota Spanyol.

Petenis nomor satu dunia Djokovic, juara tiga kali di US Open, menjadi petenis elite yang tampil bersama dengan runner-up tahun lalu Daniil Medvedev dan 10 pemain top lainnya termasuk Dominic Thiem, Stefanos Tsitsipas, dan Alexander Zverev.

Petenis Swiss Roger Federer, juara lima kali US Open, juga akan absen setelah pria berusia 38 tahun itu dipaksa menjalani operasi lutut pada Juni yang mengakhiri musim 2020-nya.

Absennya Nadal dan Federer absen dari Flushing Meadows, membuka pintu bagi penantang yang lebih muda. Juara tiga kali Novak Djokovic akan menjadi favorit di US Open AS tahun ini, yang akan bersaing dengan bintang-bintang ATP Tour yang lebih muda seperti Dominic Thiem, Daniil Medvedev, Stefanos Tsitsipas, dan Alexander Zverev.

Djokovic, yang memenangkan AS Terbuka pada 2011, 2015 dan 2018, akan berusaha memenangkan gelar Grand Slam ke-18. Petenis Serbia itu dalam 18 pertandingan beruntun tak terkalahkan untuk memulai 2020 sebelum ATP Tour ditangguhkan karena Covid-19 pada bulan Maret. Pertarungan itu termasuk gelar kedelapannya di Australia Terbuka dan membawa Serbia meraih kemenangan di turnamen pertama Piala ATP.

Keputusan Nadal untuk melewati US Open mungkin didukung keinginan akan mempertahankan poin rangkingnya dari tahun lalu di bawah dan memburu Prancis Terbuka yang ditunda pada akhir September.

Di lapangan tanah liat Roland Garros, Nadal terbukti hampir tidak terkalahkan selama satu setengah dekade terakhir, memenangkan gelar ke-12 dalam 16 upaya di Paris tahun lalu.
(sha)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top