Satu Persatu Pelatih Asing Pergi, Siapa Menyusul Tavares?

loading...
Satu Persatu Pelatih Asing Pergi, Siapa Menyusul Tavares?
Edson Tavares. Foto/Liga Indonesia
A+ A-
JAKARTA - Magnet kompetisi Indonesia bagi pelatih asing tampaknya sudah mulai memudar. Satu per satu juru taktik impor yang baru menjalani debut di Liga 1 memilih meninggalkan pekerjaannya atau menyetujui pemutusan kontrak.

Pandemi virus corona berdampak signifikan pada sepak bola Tanah Air. Tidak hanya memaksa PSSI menghentikan seluruh pertandingan sejak Maret lalu, namun juga mengubah total format kompetisi yang dijadwalkan bergulir Oktober mendatang.

Selain seluruh pertandingan akan dipusatkan di Pulau Jawa, yang paling menuai pro- kontra adalah penghapusan regulasi degradasi. Kebijakan ini otomatis menghilangkan aspek kompetisi dan dikhawatirkan akan menurunkan kualitas liga lantaran klub tidak memiliki beban untuk bertahan di kompetisi kasta tertinggi. (Baca: Jelang Liga 1 2020, Persebaya Tunggu Protokol Kesehatan)

Tidak hanya itu, kompetisi akan dilanjutkan dengan tanpa penonton. Ini berarti pemasukan utama klub dari sektor penjualan tiket dipastikan hilang. Sejumlah tim pun mulai melakukan efisiensi, salah satunya dengan pemotongan gaji pemain serta ofisial. Rangkaian masalah ini berdampak pada keharmonisan tim-tim Liga 1.

Terbaru, Pelatih Borneo FC Edson Tavares menyetujui pemutusan kontraknya yang diajukan manajemen. Padahal, juru taktik asal Brasil itu baru saja ditunjuk menangani tim Pesut Etam pada awal musim lalu. Meski menelan kekalahan pada laga perdana kontra Persija Jakarta, Tavares mampu membawa Borneo mengemas poin penuh pada dua pertandingan berikutnya.



“Terima kasih kepada Tavares yang telah bekerja dengan keras bersama Borneo FC selama ini. Sejauh ini kami sedang menyeleksi kandidat pelatih pengganti dan sudah mengantongi curiculum vitaee-nya,” ucap Presiden Borneo FC Nabil Husein.

Tavares sendiri merupakan muka baru di kompetisi Indonesia. Pelatih berusia 64 tahun itu didatangkan Persija pada pertengahan musim lalu. Pada akhir musim 2019, kontraknya tidak diperpanjang Macan Kemayoran dan memilih berlabuh di Borneo FC.

Namun, kebersamaannya dengan tim kebanggaan warga Kota Samarinda itu tidak berlangsung lama. Ini berarti Tavares tidak sampai satu musim menangani tim Indonesia.

Sebelumnya, Eduardo Perez juga gagal menjalani debut sebagai pelatih di kompetisi Liga 1. Mantan asisten pelatih timnas Indonesia Luis Milla itu memilih mundur dari jabatannya sebagai juru taktik PSS Sleman jelang musim 2020 bergulir. (Baca juga: Postingan Menghujat Nabi Muhammad Picu Bentrokan di India, Tiga Tewas)

Pengunduran diri pelatih jelang Liga 1 bergulir juga dialami Arema FC. Pelatih Mario Gomez memilih meletakkan jabatannya menangani tim Singo Edan setelah menolak renegosiasi kontrak dan pemotongan gaji.



Padahal, manajemen Arema mengaku sudah menaruh harapan tinggi kepada pelatih asal Argentina itu untuk bisa mengorbitkan pemain muda ke tim utama. Musim ini, dari tiga laga yang sudah dipimpinnya, Arema FC sudah menggunakan jasa empat pemain binaan akademi.

Gomez memulai petualangannya di Indonesia pada musim 2017 saat menangani Persib Bandung selama dua musim. Sebelumnya, dia menangani tim Malaysia Super League Johor Darul Takzim.

Dengan pengunduran diri Tavares dan Gomez, tersisa sembilan pelatih asing yang menangani tim Liga 1. Tiga di antaranya sudah terbilang kenyang makan asam garam sepak bola Indonesia, yakni Robert Alberts (Persib Bandung), Jacksen F Thiago (Persipura Jayapura), dan Dejan Antonic (PSS).

Sementara itu, dari kubu Persib, Pelatih Robert menyatakan kondisi kesehatannya semakin baik setelah menjalani pemulihan intensif akhir-akhir ini. Sebelumnya, pelatih asal Belanda ini sempat terkena serangan jantung pada akhir Juli lalu dan harus mendapatkan perawatan dan tindakan di rumah sakit. (Lihat videonya: Jaksa Cantik Pinangki jadi Tersangka, Diduga Terima Suap Rp7 Miliar)

“Saya menjalani pemulihan kondisi dengan sangat baik. Dokter mengatakan, saya berada di jalur yang benar dalam hal pemulihan ini. Tapi, saat ini saya tidak bisa terlalu aktif tentunya setelah terkena serangan jantung ini. Tapi, saya selalu siap untuk memimpin sesi latihan setiap hari,” katanya.

Sebelumnya, saat menangani PSM Makassar, Robert memilih mundur dan meletakkan jabatan dengan alasan pemulihan kesehatan. Seusia berpisah dengan tim Juku Eja, dia kembali ke Belanda sebelum akhirnya menyepakati kontrak bersama Persib. (Abriandi)
(ysw)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top