Satu Persatu Pelatih Asing Pergi, Siapa Menyusul Tavares?
Kamis, 13 Agustus 2020 - 12:35 WIB
loading...
Edson Tavares. Foto/Liga Indonesia
A
A
A
JAKARTA - Magnet kompetisi Indonesia bagi pelatih asing tampaknya sudah mulai memudar. Satu per satu juru taktik impor yang baru menjalani debut di Liga 1 memilih meninggalkan pekerjaannya atau menyetujui pemutusan kontrak.
Pandemi virus corona berdampak signifikan pada sepak bola Tanah Air. Tidak hanya memaksa PSSI menghentikan seluruh pertandingan sejak Maret lalu, namun juga mengubah total format kompetisi yang dijadwalkan bergulir Oktober mendatang.
Selain seluruh pertandingan akan dipusatkan di Pulau Jawa, yang paling menuai pro- kontra adalah penghapusan regulasi degradasi. Kebijakan ini otomatis menghilangkan aspek kompetisi dan dikhawatirkan akan menurunkan kualitas liga lantaran klub tidak memiliki beban untuk bertahan di kompetisi kasta tertinggi. (Baca: Jelang Liga 1 2020, Persebaya Tunggu Protokol Kesehatan)
Tidak hanya itu, kompetisi akan dilanjutkan dengan tanpa penonton. Ini berarti pemasukan utama klub dari sektor penjualan tiket dipastikan hilang. Sejumlah tim pun mulai melakukan efisiensi, salah satunya dengan pemotongan gaji pemain serta ofisial. Rangkaian masalah ini berdampak pada keharmonisan tim-tim Liga 1 .
Terbaru, Pelatih Borneo FC Edson Tavares menyetujui pemutusan kontraknya yang diajukan manajemen. Padahal, juru taktik asal Brasil itu baru saja ditunjuk menangani tim Pesut Etam pada awal musim lalu. Meski menelan kekalahan pada laga perdana kontra Persija Jakarta, Tavares mampu membawa Borneo mengemas poin penuh pada dua pertandingan berikutnya.
“Terima kasih kepada Tavares yang telah bekerja dengan keras bersama Borneo FC selama ini. Sejauh ini kami sedang menyeleksi kandidat pelatih pengganti dan sudah mengantongi curiculum vitaee-nya,” ucap Presiden Borneo FC Nabil Husein.
Pandemi virus corona berdampak signifikan pada sepak bola Tanah Air. Tidak hanya memaksa PSSI menghentikan seluruh pertandingan sejak Maret lalu, namun juga mengubah total format kompetisi yang dijadwalkan bergulir Oktober mendatang.
Selain seluruh pertandingan akan dipusatkan di Pulau Jawa, yang paling menuai pro- kontra adalah penghapusan regulasi degradasi. Kebijakan ini otomatis menghilangkan aspek kompetisi dan dikhawatirkan akan menurunkan kualitas liga lantaran klub tidak memiliki beban untuk bertahan di kompetisi kasta tertinggi. (Baca: Jelang Liga 1 2020, Persebaya Tunggu Protokol Kesehatan)
Tidak hanya itu, kompetisi akan dilanjutkan dengan tanpa penonton. Ini berarti pemasukan utama klub dari sektor penjualan tiket dipastikan hilang. Sejumlah tim pun mulai melakukan efisiensi, salah satunya dengan pemotongan gaji pemain serta ofisial. Rangkaian masalah ini berdampak pada keharmonisan tim-tim Liga 1 .
Terbaru, Pelatih Borneo FC Edson Tavares menyetujui pemutusan kontraknya yang diajukan manajemen. Padahal, juru taktik asal Brasil itu baru saja ditunjuk menangani tim Pesut Etam pada awal musim lalu. Meski menelan kekalahan pada laga perdana kontra Persija Jakarta, Tavares mampu membawa Borneo mengemas poin penuh pada dua pertandingan berikutnya.
“Terima kasih kepada Tavares yang telah bekerja dengan keras bersama Borneo FC selama ini. Sejauh ini kami sedang menyeleksi kandidat pelatih pengganti dan sudah mengantongi curiculum vitaee-nya,” ucap Presiden Borneo FC Nabil Husein.
Lihat Juga :