alexametrics

Jelang F1 GP China 2019

Ambisi Leclerc Kuasai Lomba ke-1000 F1 di GP China

loading...
Ambisi Leclerc Kuasai Lomba ke-1000 F1 di GP China
Pembalap Ferrari Charles Leclerc berambisi juara di Formula 1 (F1) ke-1000 di Grand Prix China, Minggu (14/4/2019)/Foto/Reuters
A+ A-
SHANGHAI - Formula 1 (F1) mencapai tonggak lomba ke-1000 di Grand Prix China, Minggu (14/4/2019). Pembalap Ferrari Charles Leclerc berusaha menghapus sakit hati dengan memetik kemenangan pertama di Sirkuit Shanghai, setelah gagal di Bahrain.

Leclerc memimpin lomba di Bahrain International Circuit hingga sembilan lap tersisa, sebelum tunggangannya mengalami korsleting. Akibatnya, pembalap asal Monaco itu turun dari posisi pertama ke ketiga, setelah duo Mercedes, Lewis Hamilton dan Valtteri Bottas menyusulnya.

Hasil itu mengubur mimpi pembalap berusia 21 tahun itu merayakan pesta juara di Sakhir. Leclerc bertekad menghapus sakit hati Bahrain dengan kemenangan pertama di China.



Leclerc saat ini berada di peringkat 4 klasemen pembalap musim ini, unggul satu tingkat atas Juara Dunia empat kali dan rekan setimnya Sebastian Vettel. Namun, Leclerc masih mencari kemenangan pertamanya di balapan jet darat tersebut.

"Ini adalah balapan ke-1000 dalam sejarah Formula 1 dan saya berharap mendapatkan mobil yang kuat seperti yang saya gunakan di Bahrain untuk terus mencari hasil yang pantas yang kami dapatkan," kata Leclerc dalam sebuah wawancara di motorsport.com.

Ferrari telah mengonfirmasi Leclerc akan menggunakan unit daya yang sama di China setelah tim dapat melacak masalah di Bahrain, dan telah diketahui ada korsleting dalam unit kontrol sistem injeksi.

Sirkuit Shanghai merupakan favorit Lewis Hamilton dengan lima kemenangan -tiga untuk Mercedes dan dua untuk McLaren. Namun, Leclrec optimistis bisa meraih hasil maksimal.

“Shanghai adalah salah satu trek yang saya tahu, paling tidak karena kami hanya berkompetisi sekali setahun lalu."

“Saya memiliki ingatan yang bagus tentang kualifikasi. Secara keseluruhan, saya sangat menyukai lintasan Shanghai karena saya menyukai kurva yang sangat berbeda yang akan kami temukan di sisa kalender, khususnya, kurva 1 dan 13 yang mengarah ke garis lurus yang panjang."

"Biasanya lomba di China adalah lomba yang menyenangkan karena kondisi cuaca seringkali tidak dapat diprediksi. Hujan mungkin datang tiba-tiba ketika Anda tidak mengharapkannya.”
(sha)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak