alexametrics

Wilder ke Breazeale: 18 Mei Adalah Penghakiman, dan Saya Hakimnya

loading...
Wilder ke Breazeale: 18 Mei Adalah Penghakiman, dan Saya Hakimnya
Deontay Wilder begitu percaya diri menghadapi Dominic Breazeale dalam perebutan gelar kelas berat WBC di Barclays Center, New York City, Sabtu (18/5/2019)/Foto/ist
A+ A-
NEW YORK - Deontay Wilder begitu percaya diri menghadapi Dominic Breazeale dalam perebutan gelar kelas berat WBC di Barclays Center, New York City, Sabtu (18/5/2019). Wilder yakin akan meng-KO Breazeale dan menyebut 18 Mei sebagai hari penghakiman bagi Breazeale.

Pertarungan melawan penantang wajib Breazeale merupakan upaya kesembilan Wilder mempertahankan sabuk kelas berat WBC-nya. Wilder tidak ingin itu menjadikannya yang terakhir.

Wilder berharap bisa menyamai petinju-petinju hebat seperti Mike Tyson, Muhammad Ali, dan Lennox Lewis dengan mempertahankan gelar kesembilan berturut-turut.



"Dia (Breazeale) pasti akan mencium kanvas seperti semua petinju yang datang sebelum dia. Sudah selesai," kata Wilder.
(Baca juga: Breazeale Tak Melihat Deontay Wilder Punya Kelebihan Bertinju).

“Saya tidak punya niat baik untuknya, maksud saya yang terburuk dari yang terburuk untuknya. Saya bahkan tidak akan mengatakan apa yang sebenarnya yang ada di pikiran saya, tetapi orang-orang yang telah mendengar wawancara saya tahu itu tidak harus dijelaskan."

"Kita semua sudah tahu bahwa saya datang dengan tangan kanan dari neraka. Banyak dari orang-orang yang hanya mencari satu hal tertentu dan itu adalah tangan kanan. Di situlah mereka salah karena saya memiliki banyak atribut berbeda tentang diri saya," imbuh Wilder yang dikenal memiliki pukulan tangan kanan yang hebat.

"Saya atletis. Saya lincah. Saya mobile. Saya punya hati singa. Saya seorang raja. Saya telah membeli banyak peralatan berbeda untuk meningkatkan tubuh saya dan untuk tampil, seperti Jacuzzi dan peralatan latihan kekuatan."

"18 Mei, ini akan menjadi waktu saya. Sudah waktunya penghakiman. Saatnya keputusan. Dan saya hakimnya."

Wilder kembali ke ring untuk pertama kalinya sejak Desember ketika dia mencatat hasil imbang dengan Tyson Fury. Laga super itu ditandai dengan terjatuhnya Fury dua kali, dan Fury masih bisa bangkit setelah knockdown di ronde ke-12. (Baca juga: Wilder: Fury Menghindari Rematch, Sebab Saya Melukainya).
(sha)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak