alexametrics

Wimbledon 2019

Jadi Pembunuh Raksasa, Gauff : Ini Adalah Mimpi Jadi Kenyataan

loading...
Jadi Pembunuh Raksasa, Gauff : Ini Adalah Mimpi Jadi Kenyataan
Cori Coco Gauff mimpinya kadi kenyataan setelah menumbangkan Venus Williams di babak pertama Wimbledon. Foto : WTA
A+ A-
LONDON - Petenis Amerika Serikat Cori 'Coco' Gauff berhasil menjadi pembunuh raksasa di pentas Wimbledon. Julukan tersebut patut diberikan pada petenis 15 tahun ini usai mengalahkan Venus Williams.

Kemenangan Gauff di All England Club, Selasa (2/7/2019), langsung menjadi berita besar. Sebab, Gauff tampil di babak utama setelah melewati serankaian pertandingan sengit di kualifikasi. Perlu diketahui, untuk berlaga di kualifikasi pun Gauff mendapatkan wild card.

Pekan lalu Gauff ketika berlaga di kualifikasi ia berhasil menuntaskan unggulan teratas Aliona Bolsova dan Greet Minnen. Setelah menjadi pemain termuda yang pernah lolos ke Wimbledon di Era Terbuka, ia mengatakan kepada media seperti dikutip WTA, bahwa tampil babak pertama adalah mimpinya untuk menghadapi salah satu Williams bersaudara.



"Saya sangat terkejut. Namun saya sangat diberkati karena Wimbledon memutuskan untuk memberikan saya wild card. Maksudnya, saya tidak pernah berharap ini terjadi," ucapnya.

“Jelas saya benar-benar mendapat undian seperti yang diimimpikan. Saya sangat senang. Saya bisa mengeluarkannya hari ini. Venus bermain luar biasa, sangat bagus. Dia selalu bersikap baik beberapa kali saya bertemu dengannya.”

Gauff mengaku, melawan Venus sama sekali tidak gugup. "Di lapangan saya tidak memikirkan Venus. Saya hanya memainkan permainan saya. Tidak peduli siapa yang jadi lawan, saya ingin menang. Jadi itulah yang saya pikirkan sepanjang waktu. Saya tidak benar-benar memikirkan siapa yang dihadapi di seberang net.”

Dan benar saja, bermain lepas Gauff memberikan keuntungan. Ia berhasil mengatasi Venus yang pernah meraih lima gelar Wimbledon lewat permainan dua set langsung. Skor 6-4, 6-4 dilaluinya hanya dalam tempo satu jam 19 menit.

"Saya mengatakan ini sebelumnya, saya ingin menjadi yang terbaik. Ayah saya mengatakan bahwa saya bisa melakukan ini ketika saya berusia delapan tahun. Jelas Anda tidak pernah mempercayainya. Saya masih, tidak 100% percaya diri."

Di babak kedua, Gauff kembali akan menghadapi Magdalena Rybarikova. Pertandingan ini juga terbilang tidak mudah mengingat Rybarikova juga sempat membuat kejutan setelah menumbangkan unggulan 10, Aryana Sabalenka.
(bbk)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak