alexametrics

Liga Champions 2019/2020

Jelang Napoli vs Liverpool, Tantangan Berat The Reds di Awal Laga

loading...
Jelang Napoli vs Liverpool, Tantangan Berat The Reds di Awal Laga
Liverpool akan mendapatkan tantangan besar di awal laga menghadapi Napoli. Foto : Dok
A+ A-
NAPLES - Tekanan paling besar tentu dirasakan juara bertahan. Tantangan itu harus dijawab Liverpool. Kesuksesan menjuarai Liga Champions musim lalu membuat The Reds dituntut memulai musim ini dengan sempurna.

Perjuangan Liverpool mempertahankan gelar dimulai saat bertandang ke Stadio San Paolo, markas SSC Napoli, pada laga perdana Grup E, Rabu (18/9/2019) dini hari. Bukan perkara mudah mengingat mereka memiliki pengalaman kurang mengenakkan.

Seperti diketahui, Liverpool tumbang 0-1 oleh lawan yang sama pada laga Grup C musim lalu. Parahnya, Jordan Henderson dkk tidak mampu melepaskan shoot on target ke gawang Napoli. Itu baru terjadi dalam 74 laga Liverpool di Liga Champions. Liverpool mengalami tiga kekalahan di tiga laga tandang fase grup musim lalu.



The Reds terbantu tiga kemenangan kandang yang membuat mereka lolos sebagai runner-up Grup C dan hanya unggul produktivitas gol dari Napoli di urutan ketiga. Secara keseluruhan, dari 10 laga terakhir kompetisi Eropa, Liverpool mengalami enam kekalahan kala bermain di luar Inggris.

Karena itu, Pelatih Juergen Klopp enggan berpikir terlalu jauh. Dia mengatakan mempertahankan gelar Liga Champions musim ini bakal lebih sulit. Klopp menilai tim-tim kuat Eropa lainnya memiliki kans yang sama besar untuk mengangkat trofi si kuping besar. “Saya tidak akan memiliki masalah dengan itu (mencapai final). Jika itu terjadi lagi, tapi pada musim ini saya tidak terlalu yakin. Kami memang berpeluang, tapi tim lain pun sama. Ada Juventus, Paris Saint Germain (PSG), Real Madrid, dan Bayern Muenchen. Mereka semakin kuat,” tandas Klopp.

Namun, buruknya rekor tandang sepatutnya menjadi motivasi Liverpool untuk kembali ke Istanbul, Turki, tempat diselenggarakannya final Liga Champions musim ini plus tempat bersejarah mereka saat menjadi juara musim 2004/2005. Dengan segala kekurangan tersebut, mereka mampu menjadi juara musim lalu.

Bukan sekadar mengakhiri rekor buruk, kemenangan atas Napoli bakal melanjutkan tren positif juara bertahan Liga Champions yang dilindungi rekor belum pernah kalah di laga pembuka sejak AC Milan kalah dari Ajax Amsterdam pada musim 1994/1995. Terlebih Liverpool datang ke Stadio San Paolo berbekal performa impresif di pentas domestik.

The Reds bercokol di puncak klasemen sementara Liga Primer dengan catatan sempurna, yakni meraih lima kemenangan di lima laga terakhir, termasuk saat mengalahkan Newcastle United 3-1, Sabtu (14/9/2019). Dari komposisi skuad, setelah dimasukkan menjadi pemain pengganti kontra Newcastle, Roberto Firmino bakal diturunkan menjadi starter bersama Mohamed Salah serta Sadio Mane.

Begitu juga dengan Henderson dan James Milner. Di lini pertahanan, absennya Alisson Becker membuat Adrian San Miguel dipercaya menjadi penjaga gawang utama dengan proteksi duet Virgil van Dijk dan Joel Matip.

Klopp menegaskan Liverpool akan sangat sulit ditundukkan jika berada pada bentuk terbaik. “Jika bisa memainkan sepak bola kami, menggunakan potensi kami, dan memiliki sikap pemenang, kami adalah tim yang sulit dihadapi. Jelas kami berbeda dengan tim-tim papan atas lainnya karena kami membutuhkan intensitas dan kami harus terus meningkatkannya,” tandasnya.

Kinerja gemilang Liverpool justru bertolak belakang dengan kondisi tuan rumah. Tim berjuluk I Partenopei tersebut cenderung naik-turun. Setelah kalah 3-4 dari Juventus, Minggu (1/9/2019), Napoli bangkit dengan kemenangan 2-0 atas Sampdoria, Sabtu (14/9/2019).

Penyerang Lorenzo Insigne menganggap kekalahan dari Juve hanya kurang beruntung. Dia mengatakan Napoli menunjukkan permainan bagus di tiga laga terakhir Seri A dan itu sinyal bahaya bagi Liverpool.

Di bawah komando Carlo Ancelotti yang sangat berpengalaman, Insigne yakin timnya mampu memberikan kejutan di Liga Champions musim ini. Dia menegaskan akan mengeluarkan kemampuan terbaik menghadapi The Reds .

“Di luar target individu, ambisi utama saya adalah membawa tim meraih kemenangan. Skuad kami semakin kuat setelah men da tangkan beberapa pemain di bursa transfer dan kami layak memenangkan sesuatu. Kami harus melangkah sejauh mungkin di Liga Champions. Saya berharap Napoli mencapai final dan memenangkannya,” paparnya.

Ancelotti memang bisa menjadi faktor penentu pada laga dini hari nanti. Setidaknya, dia sudah memiliki pengalaman menghadapi Liverpool dengan empat tim berbeda: AC Milan, Chelsea, Real Madrid, dan tentu saja Napoli. Ancelotti mengatakan kemenangan tanpa kebobolan menjadi sinyal positif timnya.

Setidaknya, timnya bisa bermain secara seimbang dan tidak banyak melakukan kesalahan seperti saat menghadapi Juventus. Hanya, tetap ada catatan yang butuh perbaikan untuk menghadapi Liverpool. “Kami hanya perlu mengurangi kesalahan pada passing,” tutur Ancelotti.

Dia juga memberikan apresiasi kepada beberapa pemain yang baru bergabung musim ini. Salah satunya Fernando Llorente dari Tottenham Hotspur. Meski memiliki postur jangkung, pelatih berusia 60 tahun itu memastikan jika Llorente bisa masuk sistem permainan Napoli.

“Llorente adalah penyerang yang lengkap. Karena sangat tinggi, semua orang berpikir dia hanya seorang penyerang kuno. Tapi, dia bisa bermain sepak bola dan memiliki teknik hebat. Saya memiliki banyak opsi yang tersedia untuk lini serang sekarang,” tandasnya.
(Alimansyah)
(bbk)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak