Buntut Kasus Pelecehan Atlet Senam, Pelatih asal Jerman Dipecat

loading...
Buntut Kasus Pelecehan Atlet Senam, Pelatih asal Jerman Dipecat
Pauline Schafer, salah satu atlet senam yang mengadukan Gabriele Frehse atas kasus dugaan pelecehan. Foto: Inside the Gamez
BERLIN - Seorang pelatih senam asal Jerman, Gabriele Frehse, diberhentikan secara tidak hormat menjelang Olimpiade Tokyo 2020 . Menurut laporan kantor berita DPA, Frehse melakukan pelecehan pada atletnya.

Pemecatan terjadi setelah sekitar selusin pesenam, termasuk mantan juara dunia Pauline Schafer yang memenangkan emas di Kejuaraan Dunia 2017 menuduh Frehse melakukan pelecehan verbal . Dia juga disebut memaksa atlet mengonsumsi obat tanpa resep dokter.

Baca Juga: Manusia Tertua di Dunia Batal Ikut Pawai Obor Olimpiade Tokyo

Menyusul tuduhan tersebut, Federasi Senam Jerman (DTB) meluncurkan penyelidikan independen dengan bantuan firma hukum Frankfurt. Hasilnya, ditemukan 17 kasus ‘kekerasan psikologis’ kepada para atlet senam timnas Jerman.



“Kepala tim Olimpiade di Saxony, Thomas Weise mengatakan bahwa mereka telah mengakhiri hubungan kerja dengan Frehse,” demikian laporan Inside The Gamez, mengutip DPA, Kamis (6/5/2021).

Tahun lalu, ketika kasus ini pertama kali diungkap oleh majalah Jerman Der Spiegel, Frehse membantah tuduhan tersebut. Pria 60 tahun itu juga berjanji akan mengajukan banding atas keputusan tersebut.

"Saya yakin bahwa penghentian ini tidak akan bertahan dalam peninjauan kembali dan bahwa saya harus dipekerjakan lagi," kata Frehse kepada gymmedia.

Dugaan pelecehan dalam cabang olahraga senam semakin banyak dilaporkan secara global. Salah satu kasus paling legendaris adalah skandal Larry Nassar, dokter tim atlet senam Amerika Serikat yang dinyatakan bersalah atas tuduhan penyerangan seksual.

Mantan Dokter di Michigan State dan USA Gymnastics dijatuhi hukuman 40 hingga 175 tahun penjara. Kasus yang menimpa Nassar juga semakin menyorot perhatian publik karena menjadi bagian dari munculnya gerakan #MeToo.
(mirz)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top