Eko Yuli Irawan Dikalahkan Gerakan Kaki Flamingo Li Fabin
Senin, 26 Juli 2021 - 07:27 WIB
loading...
Eko Yuli Irawan Dikalahkan Gaya Kaki Flamingo Li Fanbin/The Sun
A
A
A
Eko Yuli Irawan dikalahkan gaya kaki Flamingo Li Fabin yang meraih medali emas angkat besi Olimpiade Tokyo 2020 . Li Fabin memenangkan emas dengan mengangkat kaki kanannya seperti gerakan 'Flamingo' untuk menyeimbangkan barbel yang 3 kali berat tubuhnya dalam Kelas 61Kg.
Lifter China Li Fabin menggunakan kuda-kuda unik untuk memperbaiki keseimbangannya saat mengangkat beban 166kg - hampir tiga kali lipat berat tubuhnya - yang sekarang disebut penggemar sebagai gerakan "Flamingo".Li menggunakan gerakan itu untuk membantunya memperbaiki keseimbangannya jika angkatannya terancam salah.
Baca Juga: Eko Yuli Irawan Ungkap Penyebab Gagal Raih Emas
Dan peraih medali emas Olimpiade itu telah memperingatkan orang-orang yang mencoba meniru gerakannya, karena dapat mengakibatkan cedera serius.’’Saya memiliki kekuatan inti dan otot yang sangat kuat. Saya tahu langkah ini menyenangkan penonton, tetapi saya tidak menyarankan orang melakukan langkah yang sama. Itu bisa memicu cedera,’’kata Li Fabin.
Li juga menunjukkan kemampuannya saat Kejuaraan Asia 2017. Lifter berusia 28 tahun itu menegaskan bahwa dia tidak pamer, melainkan seseorang dengan teknik yang tidak ortodoks untuk memperbaiki gaya angkat.Gaya Flamingo itu juga yang menjadi senjata Li Fabin untuk mengalahkan lifter Indonesia Eko Yuli Irawan untuk memperebutkan emas. Dia memakai gerakan flamingo dengan angkatan clean and jerk yang lebih konvensional seberat 172kg.
Lifter China Li Fabin menggunakan kuda-kuda unik untuk memperbaiki keseimbangannya saat mengangkat beban 166kg - hampir tiga kali lipat berat tubuhnya - yang sekarang disebut penggemar sebagai gerakan "Flamingo".Li menggunakan gerakan itu untuk membantunya memperbaiki keseimbangannya jika angkatannya terancam salah.
Baca Juga: Eko Yuli Irawan Ungkap Penyebab Gagal Raih Emas
Dan peraih medali emas Olimpiade itu telah memperingatkan orang-orang yang mencoba meniru gerakannya, karena dapat mengakibatkan cedera serius.’’Saya memiliki kekuatan inti dan otot yang sangat kuat. Saya tahu langkah ini menyenangkan penonton, tetapi saya tidak menyarankan orang melakukan langkah yang sama. Itu bisa memicu cedera,’’kata Li Fabin.
Li juga menunjukkan kemampuannya saat Kejuaraan Asia 2017. Lifter berusia 28 tahun itu menegaskan bahwa dia tidak pamer, melainkan seseorang dengan teknik yang tidak ortodoks untuk memperbaiki gaya angkat.Gaya Flamingo itu juga yang menjadi senjata Li Fabin untuk mengalahkan lifter Indonesia Eko Yuli Irawan untuk memperebutkan emas. Dia memakai gerakan flamingo dengan angkatan clean and jerk yang lebih konvensional seberat 172kg.
Lihat Juga :