Sanksi Kejam! Tolak Lawan Atlet Israel di Olimpiade Tokyo 2020, Pejudo Aljazair Diskors 10 Tahun
Jum'at, 17 September 2021 - 03:05 WIB
loading...
Pejudo berdarah Aljazair, Fethi Nourine dijatuhi skorsing selama 10 tahun setelah menolak bertanding melawan atlet Israel di Olimpiade Tokyo 2020. Foto: google
A
A
A
ORAN - Pejudo berdarah Aljazair, Fethi Nourine dijatuhi skorsing selama 10 tahun setelah menolak bertanding melawan atlet Israel di Olimpiade Tokyo 2020 . Pelatihnya, Amar Benikhlef juga menerima hukuman yang sama.
Sanksi ini diberikan Federasi Judo Internasional (IJF) lantaran menilai tindakan Nourine dan pelatihnya sudah menyalahi aturan kode etik yang ada. Baik Nourine dan Benikhlef dianggap menggunakan Olimpiade untuk mempromosikan propaganda politik dan religi.
Baca Juga: Valentino Rossi Cuma Sanggup Urus 1 Anak, Eh, Francesca Sofia Novello Maunya Punya Banyak Anak
Karena itu, IJF menjatuhkan hukuman larangan berpartisipasi dalam segala ajang judo untuk Nourine dan Benikhlef hingga 23 Juli 2031. Hukuman itu tentu saja memangkas karier Nourine dan memaksanya pensiun lebih cepat karena saat ini sudah berusia 30 tahun.
Namun, Nourine dan pelatihnya masih bisa mengajukan banding untuk meringankan hukumannya kepada Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). Sebelumnya, tindakan Nourine dan sang pelatih menuai kritik keras dari berbagai pihak.
Sanksi ini diberikan Federasi Judo Internasional (IJF) lantaran menilai tindakan Nourine dan pelatihnya sudah menyalahi aturan kode etik yang ada. Baik Nourine dan Benikhlef dianggap menggunakan Olimpiade untuk mempromosikan propaganda politik dan religi.
Baca Juga: Valentino Rossi Cuma Sanggup Urus 1 Anak, Eh, Francesca Sofia Novello Maunya Punya Banyak Anak
Karena itu, IJF menjatuhkan hukuman larangan berpartisipasi dalam segala ajang judo untuk Nourine dan Benikhlef hingga 23 Juli 2031. Hukuman itu tentu saja memangkas karier Nourine dan memaksanya pensiun lebih cepat karena saat ini sudah berusia 30 tahun.
Namun, Nourine dan pelatihnya masih bisa mengajukan banding untuk meringankan hukumannya kepada Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). Sebelumnya, tindakan Nourine dan sang pelatih menuai kritik keras dari berbagai pihak.
Lihat Juga :