MMA Gempar! Petarung MMA Cantik Dibanting, Dipukuli Petarung Pria

Minggu, 31 Oktober 2021 - 10:10 WIB
loading...
MMA Gempar! Petarung MMA Cantik Dibanting, Dipukuli Petarung Pria
MMA Gempar! Petarung MMA Cantik Dibanting, Dipukuli Petarung Pria/The Sun
A A A
MMA gempar ! Petarung MMA wanita dibanting, dipukuli petarung MMA pria dalam pertarungan antar-gender yang mengerikan di Polandia. Penggemar MMA dibuat jijik setelah seorang petarung MMA cantik dipukuli oleh lawan pria selama pertarungan antar-gender di Polandia.

Seorang penonton menggambarkan adegan itu sebagai sesuatu yang mengerikan karena wasit terpaksa menghentikan pertarungan. Ula Siekacz adalah pegulat dan instruktur kebugaran yang secara teratur memamerkan bisepnya yang menonjol secara online.

Baca Juga: Sadis! Khamzat Chimaev Cekik Musuhnya Sekarat di Ronde 1 UFC 267

Tapi itu tidak cukup untuk menjadi senjatanya saat melawan petarung MMA Piotrek Muaboy - yang menggambarkan dirinya sebagai '185cm dari seks murni'. Sebuah video muncul secara online dari pertarungan yang diadakan di sebuah hotel di kota Czestochowa, Polandia.

Di dalamnya, pasangan ini terlihat melakukan pukulan yang cukup jinak sebelum Muaboy mendaratkan beberapa pukulan keras ke wajah Siekacz. Setelah menenangkan diri, dia melakukan takedown tetapi semuanya berjalan sangat salah.

Muaboy berhasil membalikkan Siekacz yang terjebak di bawah dengan teknik penguncian. Dia mencoba melepaskan diri dari cengkeramannya dan melepaskan beberapa pukulan yang mengenai kepala Muaboy.

Muaboy membalas dengan diuntungkan posisinya di atas Siekacz yang disusul pukulan bertubi-tubi ke wajah musuhnya. Dalam posisi terjepit, Siekacz tidak mampu membela diri. Wasit dengan cepat berlari untuk menghentikan jalannya pertarungan memuakkan ini.

Baca Juga: Jurus Kimura Islam Makhachev Habisi Dan hooker Cuma 1 Ronde

Setelah video itu muncul secara online, penggemar MMA menyerbu kolom komentar sambil mengutuk tontonan tersebut.

Seseorang menimpali: "Bagaimana sanksi ini? Ini mengerikan."
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2463 seconds (11.252#12.26)