Jelang Final Coppa Italia, Presiden Napoli Siratkan Dendam ke Sarri
Rabu, 17 Juni 2020 - 10:31 WIB
loading...
Hampir satu tahun lalu, Presiden Napoli Aurelio De Laurentiis berdoa agar Maurizio Sarri gagal mendapatkan gelar bersama Juventus. Foto/Daily Mail
A
A
A
ROMA - Hampir satu tahun lalu, Presiden Napoli Aurelio De Laurentiis berdoa agar Maurizio Sarri gagal mendapatkan gelar bersama Juventus. De Laurentiis memang masih memiliki dendam kepada Sarri yang meninggalkan Napoli karena alasan uang.
Sarri menjadi pelatih Napoli dalam kurun waktu 2015–2018. Dalam kurun waktu tiga musim tersebut, Sarri dianggap berhasil mengubah wajah I Partenopei menjadi tim yang kompetitif. Meski tidak mempersembahkan gelar, Napoli selalu memberi tekanan pada Juventus dalam dominasi mereka di Seri A.
Napoli menjadi pengganti Inter Milan, AC Milan, AS Roma, dan Lazio yang sedang tenggelam serta gagal memberi tekanan berarti pada La Veccia Signora. Sarri juga membuat Napoli bermain sepak bola menyerang dalam balutan “Sarri-ball”, yang membuat dia menjadi idola bagi publik San Paolo. Bahkan, saat Napoli sudah mendatangkan pelatih selevel Carlo Ancelotti yang berjasa bersama AC Milan, Chelsea, Paris Saint Germain, dan Real Madrid, tidak membuat pendukung dan presiden Napoli bisa melupakan Sarri.
Karena itu, saat Sarri memutuskan bergabung dengan Juventus setelah mengakhiri kerja sama dengan Chelsea selama satu musim. De Laurentiis langsung melafalkan doa agar Sarri gagal bersama Juve. “Sarri tidak memenangi apa pun di sini (Napoli), bahkan mungkin nanti juga mengulanginya di Juventus. Dia itu rival dan saya berharap dia tak pernah juara,” kata De Laurentiis, 22 Juni 2019 lalu. (Baca: Hadapi Napoli di Final Coppa Italia, Jauventus Tanpa Tiga Pilar)
Tidak cukup doa keburukan, menjelang final Coppa Italia di Stadion Olimpico, Roma, dini hari nanti, De Laurentiis menyebut Sarri sebagai pengkhianat karena meninggalkan Napoli untuk mendapatkan uang lebih besar bersama Juventus. “Dia meninggalkan Napoli dengan alasan uang yang tidak sepantasnya,” kata De Laurentiis seperti dikutip football-italia.
Sarri menjadi pelatih Napoli dalam kurun waktu 2015–2018. Dalam kurun waktu tiga musim tersebut, Sarri dianggap berhasil mengubah wajah I Partenopei menjadi tim yang kompetitif. Meski tidak mempersembahkan gelar, Napoli selalu memberi tekanan pada Juventus dalam dominasi mereka di Seri A.
Napoli menjadi pengganti Inter Milan, AC Milan, AS Roma, dan Lazio yang sedang tenggelam serta gagal memberi tekanan berarti pada La Veccia Signora. Sarri juga membuat Napoli bermain sepak bola menyerang dalam balutan “Sarri-ball”, yang membuat dia menjadi idola bagi publik San Paolo. Bahkan, saat Napoli sudah mendatangkan pelatih selevel Carlo Ancelotti yang berjasa bersama AC Milan, Chelsea, Paris Saint Germain, dan Real Madrid, tidak membuat pendukung dan presiden Napoli bisa melupakan Sarri.
Karena itu, saat Sarri memutuskan bergabung dengan Juventus setelah mengakhiri kerja sama dengan Chelsea selama satu musim. De Laurentiis langsung melafalkan doa agar Sarri gagal bersama Juve. “Sarri tidak memenangi apa pun di sini (Napoli), bahkan mungkin nanti juga mengulanginya di Juventus. Dia itu rival dan saya berharap dia tak pernah juara,” kata De Laurentiis, 22 Juni 2019 lalu. (Baca: Hadapi Napoli di Final Coppa Italia, Jauventus Tanpa Tiga Pilar)
Tidak cukup doa keburukan, menjelang final Coppa Italia di Stadion Olimpico, Roma, dini hari nanti, De Laurentiis menyebut Sarri sebagai pengkhianat karena meninggalkan Napoli untuk mendapatkan uang lebih besar bersama Juventus. “Dia meninggalkan Napoli dengan alasan uang yang tidak sepantasnya,” kata De Laurentiis seperti dikutip football-italia.
Lihat Juga :