Perempatfinalis AS Terbuka Berharap Masyarakat Australia Ikuti Jejaknya
Sabtu, 08 September 2018 - 00:06 WIB
Perempatfinalis AS Terbuka Berharap Masyarakat Australia Ikuti Jejaknya
A
A
A
NEW YORK - Keberhasilan mencapai perempat final AS Terbuka 2018 membuat John Millman berharap masyarakat negara asalnya, Australia lainnya bisa terinspirasi untuk mengikuti jejaknya menjadi petenis profesional.
Millman, yang tidak diunggulkan, gagal menembus semifinal grand slam pertama dalam kariernya, setelah dijegal mantan pemain nomor satu dunia, Novak Djokovic tiga set langsung 3-6, 4-6, 4-6.(Baca juga: Sempat Frustrasi, Millman Kini Yakin Bisa Bersaing di Level Atas )
"Dukungan luar biasa datang dari rumah (Australia). Saya sangat menghargainya. Saya ingin mendorong siapa saja yang terinspirasi permainan kami untuk ke lapangan dan mengambil raket, lalu mencobanya. Karena ini permainan yang hebat dan itu membawaku ke banyak tempat," jelas Millman dikutip laman resmi ATP.
Pada kesempatan yang sama, Millman juga memberikan pujiannya kepada petenis asal Serbia yang mengalahkannya di perempat final. Menurutnya, Djokovic merupakan seorang juara, tidak mudah bermain melawan Roger Federer dan kemudian Djokovic.
"Saya pikir Novak kadang-kadang terbang sedikit di bawah radar (dibandingkan dengan Federer dan Rafael Nadal), tetapi orang itu memenangkan banyak grand slam, dan dia tahu bagaimana memenangkannya dan tahu tentang ini semua," ucap petenis yang menundukkan unggulan kedua, Federer di babak keempat.
Saat bermain dengan Djokovic, Millman mengaku telah mengerahkan seluruh kemampuannya di lapangan, namun dia justru ditumbangkan lebih cepat. "Saya mungkin tidak mengeksekusi di beberapa momen besar . Jika saya bisa memenangkan satu set, saya pikir saya bisa berada di sana," tukasnya.
Millman pun haurs bekerja keras untuk setiap poin yang didapatnya dan itu terus menerus seperti itu sepanjang permainan. Djokovic bagaikan tembok yang sangat kukuh.
"Dia mungkin salah satu pemain paling dalam bentuknya setelah memenangkan Wimbledon dan memenangkan Cincinnati Masters, sebelum hadir ke turnamen ini," pungkas pria berusia 29 tahun itu.
Millman, yang tidak diunggulkan, gagal menembus semifinal grand slam pertama dalam kariernya, setelah dijegal mantan pemain nomor satu dunia, Novak Djokovic tiga set langsung 3-6, 4-6, 4-6.(Baca juga: Sempat Frustrasi, Millman Kini Yakin Bisa Bersaing di Level Atas )
"Dukungan luar biasa datang dari rumah (Australia). Saya sangat menghargainya. Saya ingin mendorong siapa saja yang terinspirasi permainan kami untuk ke lapangan dan mengambil raket, lalu mencobanya. Karena ini permainan yang hebat dan itu membawaku ke banyak tempat," jelas Millman dikutip laman resmi ATP.
Pada kesempatan yang sama, Millman juga memberikan pujiannya kepada petenis asal Serbia yang mengalahkannya di perempat final. Menurutnya, Djokovic merupakan seorang juara, tidak mudah bermain melawan Roger Federer dan kemudian Djokovic.
"Saya pikir Novak kadang-kadang terbang sedikit di bawah radar (dibandingkan dengan Federer dan Rafael Nadal), tetapi orang itu memenangkan banyak grand slam, dan dia tahu bagaimana memenangkannya dan tahu tentang ini semua," ucap petenis yang menundukkan unggulan kedua, Federer di babak keempat.
Saat bermain dengan Djokovic, Millman mengaku telah mengerahkan seluruh kemampuannya di lapangan, namun dia justru ditumbangkan lebih cepat. "Saya mungkin tidak mengeksekusi di beberapa momen besar . Jika saya bisa memenangkan satu set, saya pikir saya bisa berada di sana," tukasnya.
Millman pun haurs bekerja keras untuk setiap poin yang didapatnya dan itu terus menerus seperti itu sepanjang permainan. Djokovic bagaikan tembok yang sangat kukuh.
"Dia mungkin salah satu pemain paling dalam bentuknya setelah memenangkan Wimbledon dan memenangkan Cincinnati Masters, sebelum hadir ke turnamen ini," pungkas pria berusia 29 tahun itu.
(nug)