Virus Corona Buyarkan Ambisi Pelatih Juventus dan Milan
Rabu, 04 Maret 2020 - 10:31 WIB
Virus Corona Buyarkan Ambisi Pelatih Juventus dan Milan
A
A
A
TURIN - Pembatalan leg kedua semifinal Coppa Italia meninggalkan cerita sendiri. Sebab pelatih Juventus dan AC Milan begitu yakin bisa saling mengalahkan. Sialnya, ambisi Maurizio Sarri dan Stefano Pioli harus tertunda setelah duel panas tersebut urung digelar lantaran terus mewabahnya virus corona.
Pertandingan yang akan berlangsung di Allianz Stadium, Kamis (4/3/2020) dini hari, sangat dinantikan pendukung kedua tim. Maklum di leg pertama ketika Milan menjadi tuan rumah, kedua tim bermain imbang 1-1. (Baca juga : Preview Juventus vs AC Milan: Siapa Layak Maju ke Final? )
Sayang Derby d'Italia urung digelar setelah pihak berwenang melakukan pertemuan. Sebab, merebaknya virus corona makin tak tertahankan. (Baca juga : Virus Corona Batalkan Duel Juventus vs AC Milan )
Terlepas dari kondisi terbaru, sebelum pertandingan Sarri di depan media seperti dikutip lama klub menegaskan kalau kemenangan bakal mereka peroleh. "Kita harus berpikir untuk meraih tempat di final. AC Milan adalah tim yang kompak, mau berkorban dan saling membantu. Mereka bukan tim yang mudah dihadapi. Semua orang mengharapkan hasil, kami memiliki peluang untuk berbuat lebih baik. Kami tidak dapat membuat prediksi hebat di periode ini, kami harus mengambil segalanya saat datang, momen demi momen."
Keyakinan Sarri itu didasari dengan tidak banyak masalah cedera di tim. Semua pemain dalam kondisi tempur. "Kami tidak memiliki masalah besar sehubungan dengan cedera, kalau pun ada tak terlalu dirisaukan. Chiellini menjalani program sendiri hari ini dan Gianluigi Buffon berlatih seperti biasa."
"Sami Khedira terus mengalami kemajuan. Douglas Costa juga bisa main karena kondisinya membaik. Tidak penting siapa yang akan dimainkan karena mereka adalah tim yang sedang tumbuh," sambung Sarri.
Keyakinan juga dilontarkan Pioli. Juru taktik Milan itu mengatakan pemainnya punya modal untuk mempermalukan Juventus, meski tuan rumah punya sedikit keuntungan dengan gol tandang. "Namun itu adalah kinerja yang baik di mana kami membuktikan bahwa kami setara dengan Juventus," kata Pioli kepada Milan TV.
"Kami harus benar-benar mempersiapkan pertandingan ini dengan mental yang sama, percaya sampai akhir bahwa kami memiliki apa yang diperlukan untuk menyulitkan mereka sampai akhir."
"Tidak hanya di Coppa Italia, tetapi juga di Serie A. Kami telah membuat penampilan yang jauh lebih kuat di tahun 2020, bahkan melawan tim terbaik di liga. Sangat penting bahwa kami terus menyulut kepercayaan ini."
Sayang semua keyakinan kedua pelatih tersebuh harus tertunda. Pemerintah setempat lebih memikirkan efek yang bakal ditanggung jika terus menggelar pertandingan, meski di tempat tertutup tanpa penonton. Virus corona telah mengubah jadwal dan agenda olahraga di Italia. Dan media Italia mengabarkan pemerintah mereka tengah mempertimbangkan untuk menunda semua kegiatan olahraga sampai waktu yang belum bisa ditentukan.
Pertandingan yang akan berlangsung di Allianz Stadium, Kamis (4/3/2020) dini hari, sangat dinantikan pendukung kedua tim. Maklum di leg pertama ketika Milan menjadi tuan rumah, kedua tim bermain imbang 1-1. (Baca juga : Preview Juventus vs AC Milan: Siapa Layak Maju ke Final? )
Sayang Derby d'Italia urung digelar setelah pihak berwenang melakukan pertemuan. Sebab, merebaknya virus corona makin tak tertahankan. (Baca juga : Virus Corona Batalkan Duel Juventus vs AC Milan )
Terlepas dari kondisi terbaru, sebelum pertandingan Sarri di depan media seperti dikutip lama klub menegaskan kalau kemenangan bakal mereka peroleh. "Kita harus berpikir untuk meraih tempat di final. AC Milan adalah tim yang kompak, mau berkorban dan saling membantu. Mereka bukan tim yang mudah dihadapi. Semua orang mengharapkan hasil, kami memiliki peluang untuk berbuat lebih baik. Kami tidak dapat membuat prediksi hebat di periode ini, kami harus mengambil segalanya saat datang, momen demi momen."
Keyakinan Sarri itu didasari dengan tidak banyak masalah cedera di tim. Semua pemain dalam kondisi tempur. "Kami tidak memiliki masalah besar sehubungan dengan cedera, kalau pun ada tak terlalu dirisaukan. Chiellini menjalani program sendiri hari ini dan Gianluigi Buffon berlatih seperti biasa."
"Sami Khedira terus mengalami kemajuan. Douglas Costa juga bisa main karena kondisinya membaik. Tidak penting siapa yang akan dimainkan karena mereka adalah tim yang sedang tumbuh," sambung Sarri.
Keyakinan juga dilontarkan Pioli. Juru taktik Milan itu mengatakan pemainnya punya modal untuk mempermalukan Juventus, meski tuan rumah punya sedikit keuntungan dengan gol tandang. "Namun itu adalah kinerja yang baik di mana kami membuktikan bahwa kami setara dengan Juventus," kata Pioli kepada Milan TV.
"Kami harus benar-benar mempersiapkan pertandingan ini dengan mental yang sama, percaya sampai akhir bahwa kami memiliki apa yang diperlukan untuk menyulitkan mereka sampai akhir."
"Tidak hanya di Coppa Italia, tetapi juga di Serie A. Kami telah membuat penampilan yang jauh lebih kuat di tahun 2020, bahkan melawan tim terbaik di liga. Sangat penting bahwa kami terus menyulut kepercayaan ini."
Sayang semua keyakinan kedua pelatih tersebuh harus tertunda. Pemerintah setempat lebih memikirkan efek yang bakal ditanggung jika terus menggelar pertandingan, meski di tempat tertutup tanpa penonton. Virus corona telah mengubah jadwal dan agenda olahraga di Italia. Dan media Italia mengabarkan pemerintah mereka tengah mempertimbangkan untuk menunda semua kegiatan olahraga sampai waktu yang belum bisa ditentukan.
(bbk)