alexametrics

Lee Chong Wei Di Antara Bulu Tangkis, Olimpiade, dan Kanker Hidung

loading...
Lee Chong Wei Di Antara Bulu Tangkis, Olimpiade, dan Kanker Hidung
Lee Chong Wei Di Antara Bulu Tangkis, Olimpiade, dan Kanker Hidung/BWF
A+ A-
19 tahun berkiprah di bulu tangkis bukan waktu yang pendek. Sederetan gelar dan medali menjadi catatan emas perjalanan karir Lee Chong Wei. Namun, seorang Lee Chong Wei yang sangat sulit ditaklukkan di lapangan harus menyerah dengan penyakit kanker hidung.Siapa dan bagaimana kiprah Lee Chong Wei?

Di usia 36 tahun, bintang bulu tangkis Malaysia itu masih sanggup bersaing dengan pemain yang lebih muda. Mantan pemain nomor satu dunia itu pun punya mimpi untuk mengakhiri karirnya dengan kalungan medali emas Olimpiade. Sebuah medali yang menjadi impian semua pebulu tangkis top dunia.

Medali emas belum pernah diraihnya setelah di tiga Olimpiade sebelumnya hanya meraih perak di Olimpiade 2008, 2012, dan 2016. Olimpiade 2020 di Tokyo menjadi harapan terakhir pemain kelahiran 21 Oktober 1982 untuk meraih medali emas.



Sayang, nasib berkata lain. Diagnosis dokter yang menyuruhnya beristirahat total karena kanker hidung yang dialaminya tahun lalu membuatnya menyerah. Sebuah keputusan sulit dalam hidupnya terpaksa diambil. Pensiun!. Ya, dengan berat hati, Lee mengumumkan gantung raket. Mimpi Lee untuk menutup karir dengan berkalung medali emas di Olimpiade Tokyo 2020 pun sirna.

’’Keputusan yang sangat sulit. Aku mengambil keputusan ini setelah aku cek kesehatan terakhir. Aku sudah berdiskusi panjang dengan istri dan dokter. Dan memutuskan untuk mengumumkannya (pensiun) setelah Hari Raya (Lebaran). Bulu tangkis adalah hidupku. Sekarang, kesehatan menjadi prioritasku,’’tutur Lee sambil menahan air mata.

’’Dokter menyuruhku untuk mengurangi intensitas latihan bulu tangkis. Setelah perawatan tahun lalu, dokter bilang ada tekanan di bahuku dan memintaku istirahat. Aku tahu apa itu artinya. Aku sempat kembali ke lapangan selama enam bulan, tapi dokter memanggil pelatih saya dan menyuruh saya untuk istirahat,’’terangnya.

Dengan berlinang air mata, Lee mengucapkan terima kasih kepada pelatihnya, Misbun Sidek, Hendrawan, Tey Seu Bock, pelatih fisik dan staf pendukungnya, Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM) dan semua pihak yang mendukung karirnya.

Kendati pensiun, Lee akan selalu diingat sebagai pemain yang sangat berprestasi sepanjang masa. Selain tiga medali perak Olimpiade, Lee juga meraih tiga medali perak kejuaraan dunia, 47 gelar World Superseries/World Tour, dua medali emas Kejuaraan Asia, dan empat titel All England. Dia juga membawa Malaysia lolos ke final Piala Thomas dan dua juara beregu Persemakmuran.

Ketika ditanya apakah ada kekecewaan dengan keputusannya untuk pensiun? ’’Saya tidak bisa bilang kecewa dengan keputusan ini karena kesehatan saya lebih penting. Saya butuh waktu berbulan-bulan untuk mengambil keputusan ini. Target saya bermain di Tokyo 2020,’’kata Lee.

’’Saya kecewa 100 persen saya tidak bisa memenangi medali emas Olimpiade dan Kejuaraan Dunia. Sekarang, saya tidak bisa tampil di Olimpiade 2020, tapi saya berharap ada pemain Malaysia lainnya yang bisa tampil dan saya akan membantunya,’’ujarnya.

Lee membuat debut internasional pada tahun 2000 dengan memenangi perunggu Kejuaraan Dunia Junior di bawah Lin Dan dari China yang selanjutnya menjadi seterunya di level senior. Selain Lin Dan, ada jagoan Indonesia, Taufik Hidayat yang juga menjadi rival abadinya dan pemain Denmark, Peter Gade. Lee tercatat menjadi satu-satunya pemain Malaysia yang mampu menjadi pemain nomor 1 dunia selama 200 pekan beruntun di antara 2008 dan 2012.

Kendati gagal bertanding di Olimpiade 2020, Lee tidak boleh larut dalam kekecewaan yang mendalam. Dia pasti bisa ikut Olimpiade 2020 sebagai Chef-de-Mission Kontingen Malaysia. Ya, Lee ditunjuk oleh Menteri Olahraga Malaysia Syed Saddiq sebagai Ketua Kontingen Malaysia di Olimpiade 2020.

Menteri Olahraga Malaysia menilai Lee adalah sosok pahlawan olahraga Malaysia yang mewakili keberagaman etnik dan agama di Malaysia. Hal yang sama juga disampaikan Presiden BAM, Mohamad Norza Zakaria yang menyebut Lee sebagai ikon dan pahlawan olahraga Malaysia.
(aww)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak