alexametrics

Kesuksesan Djokovic Bukti Era Petenis Senior Masih Tangguh

loading...
Kesuksesan Djokovic Bukti Era Petenis Senior Masih Tangguh
Kesuksesan Djokovic Bukti Era Petenis Senior Masih Tangguh
A+ A-
WIMBLEDON - Kesuksesan Novak Djokovic meraih gelar juara Wimbledon 2019 menjadi ajang pembuktian bahwa era petenis senior masih belum mampu digantikan generasi muda. Para veteran tersebut masuk dalam sejarah sebagai petenis tua yang mencapai final bahkan menjadi juara. Djkovic yang berusia 32 tahun, di final Wimbledon 2019 mengalahkan Roger Federer (37 tahun) 7-6(7-5), 1-6, 7-6(7-4), 4-6, 13-12(7-3).

Jelas, duel petenis yang sudah tidak muda lagi ini, sangat luar biasa. Kedua bermain hingga lima set. Menurut Djokovic, dominasi petenis senior karena masih belum stabilnya performa generasi muda. “Ini (final Wimbledon 2019) bukan final yang paling menggairahkan dan mendebarkan dalam karier saya,” ujar Djokovic dilansir tennis worldusa.

“Kami (petenis senior) memiliki stamina yang prima, skill mampuni, dan ketenangan dalam bermain. Seperti kata Roger (Federer), kami berdua memiliki peluang. Roger berkata, dia berharap memberi orang lain harapan mereka bisa melakukan ini di usia 37 tahun,” sambung Djokovic.



Senada dengan Djokovic, Federer mengatakan selain konsistensi para petenis muda yang belum stabil, mereka juga kerap melakukan kesalahan sendiri. Masalah mental bertanding juga menjadi sorotan Federer. Meski begitu, kata petenis asal Swiss ini, kesempatan petenis muda seperti Alexander Zverev, Kei Nishikori, David Goffin, Stefanos Tsitsipas, Frances Tiafoe, dan Denis Shapovalov untuk meneruskan regenerasi tenis tetap terbuka lebar.

“Terkadang mereka mengejutkan, bermain sangat luar biasa. Ada saatnya nanti era berubah,” kata Federer. Memang, pada ajang Wimbledon 2019, petenis muda generasi masa depan semuanya tumbang di babak pertama. Sebut saja Andrey Rublev, Taylor Fritz, Felix Auger-Aliassime, dan Daniil Medvedev yang lebih cepat angkat koper.

Begitu juga dengan petenis asal Yunani, Stefanos Tsitsipas. Dia yang harapkan membuat kejutan besar di Wimbledon 2019, malah tampil melempem. Tsitsipas yang berusia 20 tahun, sempat membuat kejutan ketiga 18 bulan lalu mengalahkan Djokovic, Federer dan Nadal di event Toronto, Melbourne dan Madrid.

Bahkan, peringkat Tsitsipas melonjak ke posisi 6 dunia. Sayangnya, kisah luar biasa Tsitsipas berakhir di Wimbledon. Dia gagal berkembang melampaui hari pertama. Kekalahan lima set di tangan Thomas Fabbiano yang berusia 30 tahun, nomor 378 dunia, menghancurkan semua revolusi petenis muda asal Yunani tersebut.

"Rasanya seperti saya tersesat, pergi terlalu banyak atau tidak melakukan apa-apa," kata Tsitsipas. “Saya sangat kecewa. Saya kecewa sekarang. Orang-orang mengharapkan sesuatu dari saya. Saya tidak mengirim. Ketika Anda mendapatkan begitu banyak dukungan, begitu banyak energi, begitu banyak kepositifan dari semua orang, hancurkan semuanya sendirian, itu menghancurkan," pungkasnya.
(don)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak