Tile Wujudkan Mimpi Almarhum Ayah Bela Timnas Indonesia

Kamis, 26 November 2020 - 21:57 WIB
loading...
Tile Wujudkan Mimpi Almarhum Ayah Bela Timnas Indonesia
Gelandang serang timnas Indonesia U-16 Aditya Daffa Al Haqi
A A A
JAKARTA - Mimpi almarhum orang tua menjadi pelecut utama Aditya Daffa Al Haqi berjuang menembus skuad tim nasional Indonesia U-16 . Saat ini, pemain yang berposisi sebagai gelandang serang itu bahkan sudah menjadi langganan memperkuat skuad Garuda Asia.

Daffa saat ini tengah mengikuti pemusatan latihan timnas U-16 bersama 25 pemain lainnya di Stadion Pakansari, Bogor. Training centre (TC) tersebut merupakan bagian dari persiapan skuad besutan Bima Sakti itu menghadapi Piala Asia U-16 .

Baca juga : Argentina Sulit Mencari Pengganti Maradona

Sebelum mengikuti seleksi untuk Piala Asia, Daffa sebelumnya sudah memperkuat timnas Indonesia saat tampil di Piala AFF U-16 2019 di Chonburi, Thailand. Padahal, saat persiapan ajang kompetisi negara-negara Asean tersebut, pemain kelahiran Jakarta 11 Januari 2004 itu sempat tidak masuk list.

Sebaliknya, hanya rekan satu timnya di Barito Putera Alexandro Felix yang dipanggil Bima Sakti. Kesempatan itu akhirnya datang ketika pemanggilan tahap kedua dirinya masuk dalam daftar pemain seleksi.

Baca juga : Mike Tyson Jatuhkan Roy Jones Jr KO Ronde 9!

“Saat itu saya merasa kaget, bahkan sampai hari ini pun tidak menyangka bisa masuk timnas U-16. Saat seleksi pertama, yang dipanggil hanya Alex (Alexandro Felix) dan sejak itu punya keinginan juga untuk masuk timnas. Alhamdulillah bisa tercapai,” ungkap pemain yang akrab disapai Tile itu.

Usut punya usut, Tile ternyata sudah memendam mimpi memperkuat timnas sejak berusia 10 tahun. Kala itu, saat menonton pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, sang ayah mendorongnya untuk menjadi pemain sepak bola dan memperkuat timnas sehingga bisa tampil di stadion tersebut.

Baca juga : Luis Milla Kenang Latihan Bareng Maradona

“Almarhum bapak pernah bilang, suatu saat nanti kamu pasti akan masuk timnas. Mungkin sekarang kamu hanya bisa nonton, tapi suatu saat nanti kamu akan main di sini dan ditonton banyak orang,” ungkap Tile.

Sayangnya, sang Ayah tidak sempat menyaksikan dirinya membela tim Garuda lantaran meninggal pada 2016 lalu. Padahal, sang ayah merupakan sosok yang paling berjasa karena telah mengenalkannya dengan sepak bola sejak usia 8 tahun.

Baca juga : Conte Sebut Maradona Puisi Sepak Bola, Zidane: Kami Semua Sangat Sedih

“Yang paling memotivasi saya adalah almarhum bapak. Dulu sering mengantar saya latihan dengan sepeda motor, meski jarak tempuh yang jauh. Sedih bapak sudah tidak ada, tapi saya lega karena harapan almarhum tercapai,” ungkapnya.

Sejumlah sekolah sepak bola pernah menjadi tempatnya menimba ilmu mulai dari SSB Panser Ciputat hingga SSB Astam. Bahkan, saat awal masuk SSB, dirinya hanya menggunakan sepatu untuk sekolah lantaran belum sanggup untuk membeli sepatu khusus.

Baca juga : Hitam dan Putih Diego Maradona, Namamu Melegenda Sepanjang Masa

“Saat lolos kualifikasi Piala Asia U-16 di GBK. Rasanya campur aduk, senang karena pertama kali injak rumput GBK, senang bisa lolos, namun sedih karena (alm) bapak tidak melihat saya main di sini” pungkasnya.
(abr)
Baca Berita Terkait Lainnya
Copyright ©2024 SINDOnews.com
All Rights Reserved
read/ rendering in 0.0981 seconds (0.1#10.140)