Ambisi Murray Ingin Hattrick Emas Olimpiade

loading...
Ambisi Murray Ingin Hattrick Emas Olimpiade
Andy Murray berharap bisa tampil di Olimpiade Tokyo 2020 tahun depan dan mencatatkan hattrick medali emas. Foto/Reuters
LONDON - Andy Murray berharap bisa tampil di Olimpiade Tokyo 2020 tahun depan. Mantan petenis nomor satu dunia itu membidik hattrick medali emas pada ajang multievent terbesar di dunia tersebut.

Keinginan Murray memang terbilang sangat berat. Sebab petenis yang sekarang berada di peringkat ke-119 itu dunia kerap mengalami cedera dalam dua tahun terakhir. Meski sudah mulai tampil di atas lapangan, performanya belum konsisten sejak turnamen kembali berlangsung pascapandemi korona (Covid-19) Maret lalu. (Baca: Ketika Ujian Kekurangan Harta Menerpa)

Murray berharap tahun depan bisa kembali bermain dengan baik. Apalagi dia memiliki target tinggi, yaitu mempertahankan medali emas Olimpiade. Sebelumnya petenis berusia 33 tahun itu sukses merebut 2 medali emas Olimpiade pada 2012 (mengalahkan Roger Federer) di London dan 2016 (mengalahkan Juan Martin del Potro) di Rio De Janeiro.

“Saya ingin sekali berlaga di Olimpiade lagi. Itu akan sangat besar bagi saya dan menjadi salah satu prioritas teratas tahun depan. Saya ingin bermain di Wimbledon lagi, sama dengan Australia Terbuka, dan kemudian jika bugar saya akan bersemangat untuk pergi dan mencoba meraih medali lain di Tokyo,” kata Murray seperti dilansir olympicchannel.



Selain itu Murray ingin kembali bermain di ajang grand slam di mana dirinya sudah mencicipi 3 gelar juara. Amerika Serikat Terbuka 2012 menjadi yang pertama diraihnya saat mengalahkan Novak Djokovic. Setelah itu dia juga meraih gelar Wimbledon pada musim 2013 (mengalahkan Djokovic) dan 2016 (mengalahkan Milos Raonic). (Baca juga: Mendikbud: Hak untuk Guru Akan Terus Diperjuangkan)

Petenis kelahiran Glasgow, Skotlandia, 15 Mei 1987 itu secara konstan mampu menembus peringkat pertama dunia pada 2016. Setelah itu prestasinya mulai mengalami penurunan, termasuk menderita cedera panggul yang membuatnya beberapa kali menjalani operasi.

Kondisi itu memaksanya untuk vakum selama beberapa bulan dari turnamen. Meski begitu dia tetap optimistis untuk bisa kembali meraih kemenangan.



“Saya belum melupakan bagaimana bermain tenis. Saya telah cukup melihat batas dari jumlah pertandingan yang saya lakoni musim lalu, dari turnamen di Asia sampai di Antwerp musim lalu, dan pertandingan yang saya lakoni di New York musim ini,” ujar Murray.
halaman ke-1 dari 2
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top