Diego dan Heidi, Jejak Sang Legenda di Swiss

Sabtu, 05 Desember 2020 - 13:30 WIB
loading...
Diego dan Heidi, Jejak...
Diego Armando Maradona bersama Presiden FIFA Gianni Infantino pada ajang FIFA Legends Tournament di Zurich, Swiss, pada 9 Januari 2017. Foto/Reuters
A A A
TIDAK banyak jejak Diego Armando Maradona di Heidiland. Selain bukan negara gila sepak bola, Swiss yang saat itu FIFA-nya dikuasai Sepp Blatter, memiliki hubungan kurang harmonis. Kendati demikian, jejak legenda Argentina itu tetap ada di Heidiland.

Publik Swiss pertama kali menikmati kepiawaian Maradona pada 1986. Dalam partai persahabatan antara Klub Zurich Grasshopper melawan Argentina, penampilan Maradona kurang mengesankan. Meski Argentina menang 1-0, namun perannya hampir tidak terlihat. (Baca: Napoli Menjadi Milik Maradona)

Gol tunggal itupun terjadi di menit ke 78. Meski partai persahabatan, Albiceleste saat itu menghadapi klub terkuat di Swiss. Grasshopper adalah juara liga yang sangat dominan. “Grasshopper klub tangguh. Kami kesulitan menaklukkannya dengan mudah di Zurich,“ kata Maradona.

Pertandingan yang disiarkan langsung ke delapan negara di Amerika Latin itu digelar Stadion Hardturm, Zurich. Stadion itu kini sudah tidak ada lagi.

Kesempatan kedua menyaksikan Maradona terjadi setahun kemudian. Sebelum melawan Italia pada partai persahabatan di 1987, FC Regensdorf sebuah klub di Liga Kedua Swiss berkesempatan melawan Maradona dan kawan kawan. (Baca juga: Maldini Merasa Malu dan Harus Meminta Maaf ke Maradona)

Kali ini, pemain yang terkenal dengan gol tangan tuhannya itu tampil gemilang. Sembilan gol tanpa balas harus diterima FC Regensdorf. Claudio Caniggia memporak-porandakan pertahanan klub dari pinggiran kota Zurich itu.

“Bola hanya bisa kami kuasai jika kami memulai pertandingan, setelah kebobolan gol,” kenang Alain Panner, pemain FC Regensdorf.

Argentina memang menang telak melawan FC Regensdorf, namun akhirnya keok saat menghadapi Italia empat hari kemudian.

Pada 1989 adalah kesempatan istimewa bagi publik Swiss untuk menyaksikan kembali Maradona . Sebab, penampilan kali ini bukan dalam partai persahabatan. Namun pertandingan hidup mati pada Piala UEFA ketika SSC Napoli melawan FC Wettingen.

Hasilnya juga mengejutkan, yakni 0-0. Di luar lapangan, Maradona sempat diburu paparazzi saat memborong 10 buah jam tangan mewah di Bahnhofstrasse Zurich. (Baca juga: Masih Rawan Covid-19, Belajar Tatap Muka Diminta Setelah Vaksinasi)

Sayang, FC Wettingen gagal melangkah ke babak selanjutnya, karena dalam partai tandang di Napoli, SSC Napoli menang 2-1.

Setahun kemudian, tepatnya 1990, Maradona bersama Timnas Argentina kembali merumput di Swiss dalam sebuah friendly match. Kali ini, yang mendapatkan kehormatan adalah FC Thun, klub di pinggiran Bern. Hasilnya, FC Thun kebobolan lima gol, tanpa balas.

Pertandingan itu hanya berlangsung satu jam, sesuai kesepakatan. Perjanjian lainnya pemain FC Thun dilarang keras mencederai Maradona yang mencetak gol di menit ke sembilan.

“Kami memang tidak boleh bermain keras sejak awal. Jadi dia bisa dengan gampang mencetak gol,” kenang Hugo Streun, pemain belakang FC Thun. (Baca juga: Aliran Modal Asing ke Luar Capai Rp2,55 Triliun)

Tiga hari kemudian, di Stadion Wankdorf Bern, Maradona dan kawan kawan berlaga melawan timnas Swiss. Juga dalam friendly match tentu saja. Hasilnya juga diplomatis, 1-1. Meskipun timnas Argentina saat itu juara dunia, tiket tidak terjual sold out. Terjual 10 ribu tiket saja, sementara kapasitas stadion Wankdorf Bern mencapai 60 ribu.

FIFA yang bermarkas di Zurich, saat dipimpin Joao Havelange, masih berbaik hati dengan Maradona. Namun ketika Sepp Blatter naik panggung, Maradona kurang mendapat tempat di Zurich. Dalam perayaan ulang tahun Desa Ulrichen, kampung kelahiran Sepp Blatter, Maradona sama sekali tidak pernah diundang.

Barulah ketika Sepp Blatter turun takhta dan digantikan Giovani Vincenzo Infantino, Maradona kerap mendapatkan peran di kegiatan FIFA di Zurich. Maradona bahkan terlihat bermain di lapangan sepak bola di komplek FIFA bersama Van Basten dan Ruud Gullit. Maradona juga tampil di Brig, desa kelahiran Giovani Infantino, Presiden FIFA, dalam acara The Legend of Football.
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Potret Timnas Indonesia...
Potret Timnas Indonesia U-20 Berhadapan dengan Diego Maradona
Lionel Messi Dedikasikan...
Lionel Messi Dedikasikan Penghargaan Ballon d'Or 2023 untuk Diego Maradona
Sejarah Diego Maradona...
Sejarah Diego Maradona Kunjungi Indonesia Sebelum Timnas Argentina Datang
Tutup Usia, Pele Bisa...
Tutup Usia, Pele Bisa Bermain Sepak Bola Bareng Diego Maradona di Langit
Deretan Rekor Lionel...
Deretan Rekor Lionel Messi vs Diego Maradona yang Menakjubkan
Lionel Messi Tiru Pose...
Lionel Messi Tiru Pose Ikonik Maradona Dipanggul sambil Angkat Trofi Piala Dunia
Gilas Australia, Lionel...
Gilas Australia, Lionel Messi Cetak 5 Rekor Fenomenal
Bobol Gawang Meksiko,...
Bobol Gawang Meksiko, Lionel Messi Kini Sejajar Maradona
10 Pemain yang Paling...
10 Pemain yang Paling Banyak Bermain di Piala Dunia
Special Bola
Link Live Streaming...
Bola Dunia
Link Live Streaming Timnas Argentina vs Aljazair di Piala Dunia 2026, Klik di Sini!
5 Negara yang Bikin...
Bola Dunia
5 Negara yang Bikin Kejutan saat Debut di Piala Dunia, Teranyar Cape Verde
Thom Haye Jaga Kondisi...
Bola Dunia
Thom Haye Jaga Kondisi Fisik Jelang Musim Baru dan Piala AFF 2026
Rekomendasi
Gempa Magnitudo 6,7...
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, 1 Warga Sigi Meninggal Dunia
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Digeruduk Mahasiswa...
Digeruduk Mahasiswa UGM saat Diskusi, Budiman Sudjatmiko: Kami Bersedia untuk Dikritik
Berita Terkini
Penalti Mbappe Ditolak,...
Penalti Mbappe Ditolak, Wasit Piala Dunia 2026 Dicap Arogan
Kylian Mbappe Cetak...
Kylian Mbappe Cetak 2 Rekor Bersejarah di Piala Dunia 2026
Hasil Prancis vs Senegal:...
Hasil Prancis vs Senegal: Skor 3-1, Dendam 2002 Lunas
Messi Kejar Sejarah,...
Messi Kejar Sejarah, Aljazair Jadi Korban Pertama?
Argentina vs Aljazair:...
Argentina vs Aljazair: Messi dan Misi Pertahankan Takhta Piala Dunia
Prancis di Persimpangan...
Prancis di Persimpangan Mimpi dan Trauma
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved