Nama Mantan Ketua IMI DKI, A Judiarto Calon Kuat Sekjen IMI Pusat
Rabu, 23 Desember 2020 - 16:39 WIB
loading...
Sepanjang berlangsungnya Munas, nama A. Judiarto (kanan), mantan Ketua IMI DKI Jakarta 2 periode, paling mencuat sebagai calon kuat Sekjen IMI Pusat. Foto: IMI
A
A
A
JAKARTA - Setelah Bambang 'Bamsoet' Soesatyo terpilih secara aklamasi sebagai Ketua IMI Pusat periode 2021-2024, selanjutnya tim formatur akan segera menentukan pengurus lengkap untuk bisa membantu Bamsoet dalam menjalankan roda organisasi IMI ke depan.
(Formasi Tim Honda dengan Trisula Maut di MotoGP 2021)
Sekertaris Jendral (Sekjen) adalah posisi paling krusial yang tak boleh salah pilih. Sepanjang berlangsungnya Munas, nama A. Judiarto (Mantan Ketua IMI DKI Jakarta 2 periode) paling mencuat sebagai calon kuat Sekjen. Judiarto dinilai paling pas mendampingi Bamsoet karena mengerti luar dalam IMI sejak lama.
Tokoh otomotif senior asal Sumatera Utara, John Lubis melihat untuk saat ini banyak sekali orang cerdas di pentas Otomotif yang punya kans sama besar untuk menempati posisi Sekjen, mendampingi Bamsoet.
"Siapa pun bisa menempati posisi Sekjen asal sesuai kriteria. Ia misalnya harus berdomisili di Jakarta karene ke depan IMI akan terus berkembang sehingga Sekjen harus stand by. Sekjen juga harus rela berkorban waktu dan tenaga. Apalagi kita lihat Bamsoet ini Orangnya komit jadi Sekjen juga tak boleh main-main," jelas Lubis yang juga Ketua KONI Sumatera Utara ini.
(Formasi Tim Honda dengan Trisula Maut di MotoGP 2021)
Sekertaris Jendral (Sekjen) adalah posisi paling krusial yang tak boleh salah pilih. Sepanjang berlangsungnya Munas, nama A. Judiarto (Mantan Ketua IMI DKI Jakarta 2 periode) paling mencuat sebagai calon kuat Sekjen. Judiarto dinilai paling pas mendampingi Bamsoet karena mengerti luar dalam IMI sejak lama.
Tokoh otomotif senior asal Sumatera Utara, John Lubis melihat untuk saat ini banyak sekali orang cerdas di pentas Otomotif yang punya kans sama besar untuk menempati posisi Sekjen, mendampingi Bamsoet.
"Siapa pun bisa menempati posisi Sekjen asal sesuai kriteria. Ia misalnya harus berdomisili di Jakarta karene ke depan IMI akan terus berkembang sehingga Sekjen harus stand by. Sekjen juga harus rela berkorban waktu dan tenaga. Apalagi kita lihat Bamsoet ini Orangnya komit jadi Sekjen juga tak boleh main-main," jelas Lubis yang juga Ketua KONI Sumatera Utara ini.
Lihat Juga :