Factbox: Hukuman Eropa Manchester City Dibatalkan CAS

Senin, 13 Juli 2020 - 17:41 WIB
loading...
Factbox: Hukuman Eropa...
Manchester City terlepas dari hukuman tampil di kompetisi Eropa setelah CAS mengabulkan banding mereka, Senin (13/7/2020)/Foto/BBC
A A A
LAUSANNE - Manchester City terlepas dari hukuman tampil di kompetisi Eropa setelah Pengadilan Arbitrase untuk Olahraga (CAS) mengabulkan banding mereka, Senin (13/7/2020). Tapi, Man City tetap membayar denda 10 juta euro (Rp163 miliar) karena gagal bekerja sama dengan UEFA.

Sebelumnya, pada Februari 2020 Badan Sepak Bola Eropa (UEFA) menjatuhkan sanksi kepada The Citizens dilarang tampil di Liga Champions selama dua tahun karena dugaan pelanggaran lisensi klub dan peraturan Financial Fair Playc(FFP). (Baca juga: CAS Kabulkan Banding Man City, Boleh Tampil di Liga Champions ).

Namun, klub Liga Primer itu telah mengajukan upaya banding dan dibatalkan CAS yang mengumumkan hasil keputusan mereka pada Senin ini.

"Karena tuduhan sehubungan dengan 'penyembunyian tidak jujur dari pendanaan ekuitas' jelas merupakan pelanggaran yang lebih signifikan daripada menghambat investigasi CFCB, jadi tidak tepat untuk memberlakukan larangan berpartisipasi dalam kompetisi klub UEFA karena Manchester City gagal bekerja sama dengan investigasi CFCB sendiri," demikian pernyataan CAS.(Baca juga: Guardiola: Tim Terbaik Seperti City Layak Main di Liga Champions )

Berikut faktanya seperti dilansir Reuters.

* Pada Februari 2020, Manchester City dilarang dari kompetisi Eropa untuk dua musim berikutnya dan didenda 30 juta euro (Rp491 miliar) oleh Badan Sepak Bola Eropa (UEFA) setelah penyelidikan terhadap dugaan pelanggaran aturan Financial Fair Play (FFP).

* Aturan FFP, diperkenalkan pada 2011, dirancang untuk mencegah klub menerima dana tanpa batas melalui penawaran sponsor dengan organisasi yang terkait dengan pemilik.

Klub yang melanggar peraturan dapat dilarang dari kompetisi Eropa tetapi penyelesaian yang dimusyawarahkan lebih umum terjadi.

* UEFA membuka investigasi ke Man City pada Maret 2019 setelah publikasi dokumen ‘Football Leaks’ menimbulkan tuduhan bahwa pemilik klub Abu Dhabi United Group menggelembungkan pendapatan sponsor demi menyesuaikan persyaratan FFP.

* Dokumen yang bocor termasuk email klub yang merujuk pada uang yang "dialihkan" melalui sponsor. Reuters tidak dapat memverifikasi apakah pembayaran tersebut dilakukan.

* Selain mempertanyakan sifat dokumen, City tidak senang dengan cara Badan Kontrol Keuangan Klub (CFCB) UEFA melakukan penyelidikan.

* Saat Man City mendapat sanksi, CFCB mengatakan bahwa klub melanggar aturan dengan 'melebih-lebihkan' pendapatan sponsor dalam pembukuannya dan dalam informasi break-even yang disampaikan ke UEFA antara 2012 dan 2016.

CFCB menambahkan, klub telah 'gagal bekerja sama dalam penyelidikan'.

* Man City membantah melakukan kesalahan, menambahkan mereka belum mendapatkan persidangan yang adil, lalu mengajukan banding ke pengadilan tertinggi olahraga CAS.

* CAS mengatakan pada Senin (13/7/2020) setelah membatalkan larangan Man City tampil di Liga Champions, bahwa mereka didenda 10 juta euro (Rp163 miliar) karena gagal bekerja sama dengan UEFA.
(sha)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Banding Ditolak, 6 Atlet...
Banding Ditolak, 6 Atlet Israel Tak Bisa Ikut Kejuaraan Dunia Senam 2025 di Jakarta
Biaya Sidang Maarten...
Biaya Sidang Maarten Paes Ditaksir Senilai Rp32 Miliar, Begini Respons PSSI
Diskorsing 18 Bulan,...
Diskorsing 18 Bulan, Petenis Swedia Mikael Ymer Merasa Diperlakukan Tidak Adil
Kalah di CAS, Rusia...
Kalah di CAS, Rusia Cari Keadilan di Mahkamah Agung Federal Swiss
Tak Terima Didepak FIFA...
Tak Terima Didepak FIFA dari Piala Dunia 2022, Rusia Banding ke CAS
Lagu Kebangsaan Dilarang,...
Lagu Kebangsaan Dilarang, Mengapa Rusia Disebut ROC di Olimpiade Tokyo 2020?
Special Bola
Dukun Ghana Kutuk Timnas...
Bola Dunia
Dukun Ghana Kutuk Timnas Argentina, Bantu Cristiano Ronaldo Juara Piala Dunia 2026!
Setelah Prediksi Belanda...
Bola Dunia
Setelah Prediksi Belanda Juara, Ekonom Jerman Jagokan Jepang Hajar Brasil di 32 Besar Piala Dunia 2026!
Bracket Mudah, Timnas...
Bola Dunia
Bracket Mudah, Timnas Argentina Dibantu FIFA agar Juara Piala Dunia 2026?
Rekomendasi
Prabowo Ungkap Kunci...
Prabowo Ungkap Kunci Negara Sukses: Berani Akui Kekurangan hingga Cari Solusi
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Rp15.000 Jadi Rp2,64 Juta per Gram, Ini Rinciannya
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Berita Terkini
Dugaan Aroma Konspirasi...
Dugaan Aroma Konspirasi 'Aib Gijon' di Piala Dunia 2026, Sengaja Singkirkan Iran?
Martinez: Bandingkan...
Martinez: Bandingkan Ronaldo dengan Messi Itu Kekanak-kanakan
Hina Bosnia, Reporter...
Hina Bosnia, Reporter TV AS Akhirnya Minta Maaf
Saat Negeri Hoki Demam...
Saat Negeri Hoki Demam Sepak Bola
HKBP 165 Padel Series...
HKBP 165 Padel Series III Bekasi Tarik Antusias 140 Peserta, Siap Berlanjut ke Bandung
Pelatih Korea Selatan...
Pelatih Korea Selatan Hong Myung-bo Mundur usai Negaranya Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Infografis
Manchester City Gagal...
Manchester City Gagal Juara Piala FA, Pep di Ujung Tanduk?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved