Pengin Jadi Legenda? Khabib: Berani Ambil Risiko Seperti Tyson Fury
Senin, 26 Oktober 2020 - 05:56 WIB
loading...
Pengin Jadi Legenda, Khabib: Berani Ambil Risiko Seperti Tyson Fury/The Sun/Sky Sports
A
A
A
ABU DHABI - Khabib Nurmagomedov akan menjadi legenda MMA dan UFC setelah pensiun sebagai juara dengan rekor tidak terkalahkan 29-0 sepanjang karirnya. The Eagle memberi pesan bahwa untuk menjadi legenda seseorang harus berani mengambil risiko seperti Tyson Fury, juara dunia tinju Kelas Berat WBC.
Seperti ungkapan terkenal, ’’No risk it, no biscuit”, tidak mudah bagi Khabib menjadi seorang legenda. Idiom terkenal yang diungkapkan oleh pelatih berorientasi ofensif dari Tampa Bay Buccaneers, Bruce Arians, pas bagi Khabib. "Jika Anda tidak meraih kehebatan, Anda akan menjadi rata-rata selama sisa hidup Anda," Arians suatu kali menjelaskan motonya.
Baca Juga: Khabib Menangis: Aku Tak Bisa Bertarung tanpa Ayah di Dekatku
Di belahan dunia lain dalam olahraga yang sama sekali berbeda, juara UFC Kelas Ringan asal Dagestan yang tak terkalahkan, Khabib Nurmagomedov, hidup dengan aksioma itu menjelang pertandingan utamanya melawan Justin Gaethje di UFC 254 di Pulau Yas, Abu Dhabi, Sabtu. ’’Jika Anda ingin membangun diri Anda sendiri dan menjadi legenda, Anda harus mengambil risiko,” kata Khabib kepada ESPN menjelang pertandingannya yang akan datang.
''Saat Anda melawan seseorang, itu pasti berisiko. Orang-orang suka berbicara, akankah dia kalah atau akankah dia menang? Setiap pertarungan harus sama. Misalnya, Tyson Fury. Mengapa Tyson Fury menjadi besar? Dia melakukan pertarungan [Wladimir] Klitschko dan mengalahkannya, ketika orang-orang membicarakan tentang Klitschko yang mengalahkannya. Dia melawan (Deontay) Wilder dengan seri, lalu dia melawan Wilder lagi - 50-50. Orang-orang berbicara tentang Wilder yang menjatuhkannya, tetapi dia datang dan menghancurkan Wilder dan mendominasi dia. Itulah mengapa dia menjadi besar. Anda harus mengambil tantangan. Orang-orang suka berbicara - mungkin [saya] akan kalah, tetapi sekarang, itulah posisi [saya],"paparnya.
Baca Juga: Jadi Pahlawan Leicester, Jamie Vardy Permalukan Arsenal
Petarung Hall of Fame masa depan Khabib (29-0, 8 KO; 11 kuncian) akan menjadi headline keempat pay-per-view hingga saat ini. Dengan striking dan ground game yang sama impresifnya, Gaethje (22-3, 19 KO, 1 kuncian) menghadirkan unsur intrik yang tinggi dan mungkin ujian terberat Nurmagomedov.
Seperti ungkapan terkenal, ’’No risk it, no biscuit”, tidak mudah bagi Khabib menjadi seorang legenda. Idiom terkenal yang diungkapkan oleh pelatih berorientasi ofensif dari Tampa Bay Buccaneers, Bruce Arians, pas bagi Khabib. "Jika Anda tidak meraih kehebatan, Anda akan menjadi rata-rata selama sisa hidup Anda," Arians suatu kali menjelaskan motonya.
Baca Juga: Khabib Menangis: Aku Tak Bisa Bertarung tanpa Ayah di Dekatku
Di belahan dunia lain dalam olahraga yang sama sekali berbeda, juara UFC Kelas Ringan asal Dagestan yang tak terkalahkan, Khabib Nurmagomedov, hidup dengan aksioma itu menjelang pertandingan utamanya melawan Justin Gaethje di UFC 254 di Pulau Yas, Abu Dhabi, Sabtu. ’’Jika Anda ingin membangun diri Anda sendiri dan menjadi legenda, Anda harus mengambil risiko,” kata Khabib kepada ESPN menjelang pertandingannya yang akan datang.
''Saat Anda melawan seseorang, itu pasti berisiko. Orang-orang suka berbicara, akankah dia kalah atau akankah dia menang? Setiap pertarungan harus sama. Misalnya, Tyson Fury. Mengapa Tyson Fury menjadi besar? Dia melakukan pertarungan [Wladimir] Klitschko dan mengalahkannya, ketika orang-orang membicarakan tentang Klitschko yang mengalahkannya. Dia melawan (Deontay) Wilder dengan seri, lalu dia melawan Wilder lagi - 50-50. Orang-orang berbicara tentang Wilder yang menjatuhkannya, tetapi dia datang dan menghancurkan Wilder dan mendominasi dia. Itulah mengapa dia menjadi besar. Anda harus mengambil tantangan. Orang-orang suka berbicara - mungkin [saya] akan kalah, tetapi sekarang, itulah posisi [saya],"paparnya.
Baca Juga: Jadi Pahlawan Leicester, Jamie Vardy Permalukan Arsenal
Petarung Hall of Fame masa depan Khabib (29-0, 8 KO; 11 kuncian) akan menjadi headline keempat pay-per-view hingga saat ini. Dengan striking dan ground game yang sama impresifnya, Gaethje (22-3, 19 KO, 1 kuncian) menghadirkan unsur intrik yang tinggi dan mungkin ujian terberat Nurmagomedov.
Lihat Juga :