Dilengkapi Sensor Pendeteksi Pejalan Kaki, Bus Autopilot Kembali Beroperasi di Paralimpiade Tokyo 2020

Rabu, 01 September 2021 - 01:03 WIB
loading...
Dilengkapi Sensor Pendeteksi Pejalan Kaki, Bus Autopilot Kembali Beroperasi di Paralimpiade Tokyo 2020
Operasional bus otonom e-Palette self-driving yang sebelumnya dihentikan kini kembali berjalan. Kendaraan para atlet di kisaran desa Paralimpiade Tokyo 2020 ini kini dilengkapi sensor pendeteksi pejalan kaki / Foto: The Verge
A A A
TOKYO - Operasional bus otonom e-Palette self-driving yang sebelumnya dihentikan kini kembali berjalan. Kendaraan para atlet di kisaran desa Paralimpiade Tokyo 2020 ini kini dilengkapi sensor pendeteksi pejalan kaki.

Kendaraan berkonsep bus tanpa sopir ini merupakan kontribusi Toyota untuk memeriahkan Paralimpiade Tokyo 2020 . Fungsinya untuk mengangkut para atlet mengelilingi desa termasuk ke venue pertandingan.

Namun, kejadian nahas terjadi ketika Paralimpiade baru berjalan satu hari. Kendaraan tersebut menabrak pejudo tunanetra yang sedang berjalan di persimpangan jalan.

BACA JUGA: Berita Transfer Liga Italia: Juventus Pulangkan Moise Kean

Pejudo itu bernama Aramitsu Kitazono tidak mengalami luka parah dalam insiden itu. Namun ia harus menarik diri dari kompetisi judo pada ajang itu karena mengalami luka dan memar.

Hal itu pun mendorong permintaan maaf melalui video YouTube dari Kepala Eksekutif Toyota Akio Toyoda. Setelah itu, ia menginstruksikan untuk memberhentikan sementara selama dua hari operasional bus ini.

Pada hari ini, Selasa (31/8/2021) Toyoda dan timnya kembali mengoperasikan bus ini. Tentunya dengan sejumlah perbaikan dan sistem keselamatan yang lebih memadai, misalnya, sensor pendeteksi.

BACA JUGA: Rommy Berikan Selamat Atas Keberhasilan Verstappen Juara di Formula 1 GP Belgia

“Sensor kendaraan mendeteksi penyeberangan pejalan kaki dan mengaktifkan rem otomatis, dan operator juga mengaktifkan rem darurat. Kendaraan dan pejalan kaki, bagaimanapun, bersentuhan sebelum berhenti total, ”kata Toyoda dikutip dari laman The Globe and Mail.

Operator sekarang akan diberikan kendali atas seberapa cepat kendaraan melaju dengan dua anggota staf keselamatan (sebelumnya satu). Mereka juga akan bertugas untuk mengawasi pejalan kaki.

Suara peringatan di setiap persimpangan juga akan dinaikkan. Serta jumlah petugas pemandu penyeberang jalan di desa atlet juga akan ditingkatkan menjadi 20 dari yang sebelumnya enam orang.

Paralimpiade 2020 telah dimulai selama enam hari. Gelaran ini tetap berlangsung bahkan ketika Jepang berjuang dengan wabah COVID-19 terburuknya, dengan rekor kasus harian dan layanan kesehatan yang kewalahan.
(yov)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3591 seconds (11.252#12.26)